1. Irit baju.
Karena lebih banyak musim dengan udara dingin daripada panas, sehingga baju ngga bau keringat dan bisa dipakai berulang2 hahaha.
2. Ngga perlu cuci setrika sering2
Lagi2 karena cuaca dingin lebih panjang durasinya, jadi kaitan sama durasi cuci dan setrika. Selain itu, entah gimana baju2 setelah dicuci pakai mesin cuci pun ngga gampang kusut, trus jilbab juga ngga rapi2 amat masih ok2 aja dipakai ke kampus. Hahaha,.. cuek mode on
3. Ngga terlalu mikirin fashion :p
Lagi2 masih kaitan sama no 1 dan 2, disini padahal cewek2 Jepang super fashionable, tapi kok saya malah makin cuek. Untuk belanja pakai kaos sama celana komprang aja cukup. Ke kampus, ya yg penting nyaman, ga terlalu mikirn jilbabnya gimana, bros nya yg mana.. wkwkwkw.. karena males ribet, maunya praktis, dan cepet. Lagipula ga banyak stok hehehehe. Apalagi musim dingin pakai baju apapun ketutup jaket. Hahaha.
4. Semakin disiplin kelola uang
Karena mengandalkan uang beasiswa, yg keluarnya sudah ditentukan, sedangkan biaya-biaya juga pasti ditagih,harga2 yg seringkali nampak selangit banding di Indonesia, trus ngga punya pegangan lain (dalam bentuk uang jepang maksudnya), sekaligus pengen nabung, jadi lebih "waspada" dalam berbelanja, cari cara2 hemat yg wajar (dan manusiawi hehe), supaya keuangan terkendali. :)
5. Semakin disiplin kelola waktu
yang ini jelas karena tuntutan studi, dan hidup "sendiri" sehingga segala sesuatu harus sadar waktu, supaya ga kelabakan s. masih sangat harus terus belajar dan belajar.. >_<
6. Semakin merasa dekat dengan Allah
Yang satu ini yg paling ajib... Karena dikondisikan hidup penuh tantangan baru, tuntutan2 baru, jauh dari keluarga pula,.. alhamdulillah malah semakin mendekatkan dengan Allah. Semakin sadar betapa lemah diri ini, betapa sangat bergantung kepadaNya, betapa kekuatan doa begitu berharga,.. agar disehatkan, dikuatkan, terutama keluarga dan orang2 tersayang di Indonesia agar dilindungi sebaik2nya,.. karena saya jauh dan ngga bisa sgera membantu mereka.. semoga poin 6 ini semakin kuat dan kuat. AMIN
masih banyak poin lainnya, dilanjut di posting selanjutnya ya ^_^
The University of Life
This University consists of several Departments: Travelling (and Travel Parenting), Bio Energy, Cooking, Philosophy, Japan, Photography, Art, Islam and Entrepreneurship.
Senin, 29 April 2013
Petualangan Beasiswa Monbusho (Persiapan Keberangkatan)
Lagi2 dibuat singkat ya. Langsung ke tips aja nih.
Persiapan Keberangkatan
1. Be active
Karena langsung dibuatkan grup MEXT scholar di FB, jadi saya sangat terbantu dengan info dan diskusi2 temen2 di grup tsb. Manfaatin bener2 deh, kalau bingung2 selain browsing2, tanya di grup ini. Bisa jadi ada orang lain yg ga kepikiran, atau juga membingung-i hal yg sama *haduh bahasanya. Kontak pribadi ke temen2 juga jangan terlalu sungkan, saling bantu deh :). Oia, orang Kedubes juga ramah2 dan helpful kok, kalau ada yg tidak bisa dijawab teman2, misal ttg univ atau jadwal keberangkatan, bisa juga tanya kedubes langsung via telp, email, atau dtg.
Selain itu, manfaatkan waktu yg ada sejak pengumuman lulus tahap wawancara untuk cari info sebanyak2nya tentang perjalanan nanti, dan kehidupan di Jepang, (walau belum final karena masih harus submit dokumen lagi, tapi 90% rata2 lulus beneran 100% di final announcement, hehe). Tapi, waktu yg ada itu berharga sekali untuk mendapatkan info yg bisa jadi ngga tau dan ga kepikiran sblmnya. :)
2. Cek segala sesuatu selagi sempat
Terus explore dan explore apa yg harus disiapkan. Selain dokumen yg harus dibawa (jaga bener2 ni dokumen, terutama itinerary, passport, tiket pesawat), juga cuaca, biaya hidup, kurs mata uang (kapan sebaiknya tukar yen), perabot apa yg dikasih di asrama (mungkin harus disiapkan uang extra untuk beli perabot dan alat elektronik), obat2an apa yg sbaiknya dibwa, bahan makanan apa yg sbaiknya dibawa, dll.
Saya akan posting tersendiri tentang packing ya, dan apa2 yg penting yg terkait.
3. Belajar Bahasa Jepang
Ngga ada ruginya kalau memang ada dananya, untuk ambil les bahasa Jepang. Walau disini ambil course bahasa Inggris, dan mungkin dikasi les intensif, tapi tau beberapa kata sebelum brgkt, akan sangat membantu di perjalanan.. misalnya setidaknya untuk dengar pengumuman jadwal pesawat, kereta, di bandara dan statsiun2. Atau untuk sekedar bertanya arah, atau meminta maaf saat nyenggol, atau mau minta tolong.
4. Siapkan mental dan spiritual
Bentuk diri menjadi pribadi yg semakin positif, ikhlas, dan tegar. Karena tantangan episode hidup yg baru akan menguji mental. Setiap kisah orang akan berbeda2, kita ngga pernah tahu apa yg akan terjadi. Semakin perbanyak doa dan curhat dengan Allah.
5. Silaturahmi dengan orang2 di Indonesia, dan Jepang
Karena bakal lama ngga ketemu, sebaiknya alokasikan waktu untuk ketemu sama teman2 lama, keluarga besar, dll. Skalian minta doa restu, karena doa mereka membantu doa kita, insyaAllah. Skaligus minta maaf atas kesalahan kita, supaya perjalanan dan episode hidup baru di negri orang kita jalan berkah (aminnn).
Mulai silaturahmi dengan orang yg di Jepang sejak masih di Indonesia, supaya kita lebih tenang karena punya teman yg bisa kasih info dan bisa bantu kalau emergency butuh pertolongan. Kita juga bisa bantu mereka dengan bawakan titipan dari Indonesia, misalnya. Atau apapun saling bantu insyaAllah jadi berkah.
Maksud saya orang yg di Jepang ini bisa jadi orang Jepang yg mmg kita kenal sblmnya, atau orang Indonesia yg kita cari via PPI, atau kontak lainnya. Orang2 Indonesia yg di Jepang lah salahsatu keluarga terdekat kita nantinya. :)
selamat siap2.. :)
Persiapan Keberangkatan
1. Be active
Karena langsung dibuatkan grup MEXT scholar di FB, jadi saya sangat terbantu dengan info dan diskusi2 temen2 di grup tsb. Manfaatin bener2 deh, kalau bingung2 selain browsing2, tanya di grup ini. Bisa jadi ada orang lain yg ga kepikiran, atau juga membingung-i hal yg sama *haduh bahasanya. Kontak pribadi ke temen2 juga jangan terlalu sungkan, saling bantu deh :). Oia, orang Kedubes juga ramah2 dan helpful kok, kalau ada yg tidak bisa dijawab teman2, misal ttg univ atau jadwal keberangkatan, bisa juga tanya kedubes langsung via telp, email, atau dtg.
Selain itu, manfaatkan waktu yg ada sejak pengumuman lulus tahap wawancara untuk cari info sebanyak2nya tentang perjalanan nanti, dan kehidupan di Jepang, (walau belum final karena masih harus submit dokumen lagi, tapi 90% rata2 lulus beneran 100% di final announcement, hehe). Tapi, waktu yg ada itu berharga sekali untuk mendapatkan info yg bisa jadi ngga tau dan ga kepikiran sblmnya. :)
2. Cek segala sesuatu selagi sempat
Terus explore dan explore apa yg harus disiapkan. Selain dokumen yg harus dibawa (jaga bener2 ni dokumen, terutama itinerary, passport, tiket pesawat), juga cuaca, biaya hidup, kurs mata uang (kapan sebaiknya tukar yen), perabot apa yg dikasih di asrama (mungkin harus disiapkan uang extra untuk beli perabot dan alat elektronik), obat2an apa yg sbaiknya dibwa, bahan makanan apa yg sbaiknya dibawa, dll.
Saya akan posting tersendiri tentang packing ya, dan apa2 yg penting yg terkait.
3. Belajar Bahasa Jepang
Ngga ada ruginya kalau memang ada dananya, untuk ambil les bahasa Jepang. Walau disini ambil course bahasa Inggris, dan mungkin dikasi les intensif, tapi tau beberapa kata sebelum brgkt, akan sangat membantu di perjalanan.. misalnya setidaknya untuk dengar pengumuman jadwal pesawat, kereta, di bandara dan statsiun2. Atau untuk sekedar bertanya arah, atau meminta maaf saat nyenggol, atau mau minta tolong.
4. Siapkan mental dan spiritual
Bentuk diri menjadi pribadi yg semakin positif, ikhlas, dan tegar. Karena tantangan episode hidup yg baru akan menguji mental. Setiap kisah orang akan berbeda2, kita ngga pernah tahu apa yg akan terjadi. Semakin perbanyak doa dan curhat dengan Allah.
5. Silaturahmi dengan orang2 di Indonesia, dan Jepang
Karena bakal lama ngga ketemu, sebaiknya alokasikan waktu untuk ketemu sama teman2 lama, keluarga besar, dll. Skalian minta doa restu, karena doa mereka membantu doa kita, insyaAllah. Skaligus minta maaf atas kesalahan kita, supaya perjalanan dan episode hidup baru di negri orang kita jalan berkah (aminnn).
Mulai silaturahmi dengan orang yg di Jepang sejak masih di Indonesia, supaya kita lebih tenang karena punya teman yg bisa kasih info dan bisa bantu kalau emergency butuh pertolongan. Kita juga bisa bantu mereka dengan bawakan titipan dari Indonesia, misalnya. Atau apapun saling bantu insyaAllah jadi berkah.
Maksud saya orang yg di Jepang ini bisa jadi orang Jepang yg mmg kita kenal sblmnya, atau orang Indonesia yg kita cari via PPI, atau kontak lainnya. Orang2 Indonesia yg di Jepang lah salahsatu keluarga terdekat kita nantinya. :)
selamat siap2.. :)
Petualangan Beasiswa Monbusho (Wawancara)
Kerepotan dengan semua persiapan keberangkatan, jadi lama sekali ngga posting
Saat ini saya (alhamdulillah) sudah di Jepang, dan berusaha terus posting petualangan hidup saya
yg mudah2an jadi manfaat buat yg baca.
Lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang tentang wawancara ya.
Tapi maaf nih singkat aja, soalnya udah numpuk ide posting lainnya. ^_^
Panggilan wawancara itu kalau ngga salah sekitar 2 minggu setelah tes tulis.
Saya dihubungi via telp, tapi saat itu sudah tahu karena udah dikabarin temen yg lihat pengumuman di website. ^_^
Wawancara itu fokusnya ini nih (tapi ini berdasarkan pengalaman saya saja ya) :
1. Rencana riset : harus jelas dan spesifik riset apa yg mau dilakukan.
Saya ngeper banget urusan yg satu ini karena merasa sekali ngga menguasai dalam2 topik yg saya ambil. Tapi memang tujuan kita kan ke Jepang untuk sekolah, ya kita justru memang belum tahu banyak dan ingin belajar. Nah apa yg ingin dipelajari ini yg jadi fokusnya. Yg harus disiapkan adalah, kenapa hal yg ingin kita pelajari melalui riset kita itu penting. Mungkin agak muluk2 kalau menghubungkan riset kita dengan manfaatnya untuk negara kita ataupun Jepang. Tapi, yg dilihat interviewer bukan beneran riset kita goal atau tidak, atau beneran benefit atau tidak, tapi yg terpenting pola pikir kita yg dilihat. Dari sekian peserta yg berhasil sampai tahap akhir kan ada banyak yg mahasiswa fresh graduate yg istilahnya memangnya mau kontribusi hasil riset lewat mana, gitu kan? Kerja aja belum. Nah berarti yg terpenting kita punya tekad, dan pemikiran yg terencana.
2. Kenapa harus Jepang?
Nah yg ini jawab aja sejujurnya sesuai kondisi masing2. Tentu yg wajar dan masuk akal. Walau bisa jadi sangat personal, misalnya "pernah tinggal di Jepang shga lebih siap adaptasi", "pekerjaan berhubungan dengan orang Jepang", atau "memang cinta Jepang dan sejak lama suka anime, dan J pop" misalnya. Rasanya pertanyaan yg ini jgn dijawab ngarang2 dan muluk2. Hehe
3. Tahu apa tentang Jepang?
Karena saya bukan orang yg ngefans Jepang, tapi memilih Jepang berdasarkan pertimbangan jarak yg tidak sejauh Eropa dan karena keterkaitan dengan pekerjaan, pertanyaan yang ini saya benar2 menyiapkan jawaban, karena memang gatau banyak ttg Jepang. Jadi saya browsing2, cari info menarik ttg Jepang,terutama kebudayaan dan seninya, dan belajar beberapa kata dalam bahasa Jepang, misalnya perkenalan, jadi saat wawancara bisa nunjukkin.
4. Kontak dengan Sensei
Ini sama sekali tidak wajib. Tapi mungkin menambah nilai plus. Monbukagakusho sama sekali tidak mensyaratkan untuk ada kontak. Tapi dengan ada kontak, atau sensei yg ditargetkan, maka kita bisa memperkuat alasan riset, juga alasan tujuan kenapa di Jepang, dll.
Wawancara bisa berkembang sesuai keinginan interviewer, dan mengalirnya pembicaraan.
Just be relax, karena dengan tidak nervous terlalu parah, qt bisa give our best.
Tentu yg terpenting, jangan lupa berdoa dan pasrah dengan segala hasilnya yg diputuskan Tuhan. :)
Saat ini saya (alhamdulillah) sudah di Jepang, dan berusaha terus posting petualangan hidup saya
yg mudah2an jadi manfaat buat yg baca.
Lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang tentang wawancara ya.
Tapi maaf nih singkat aja, soalnya udah numpuk ide posting lainnya. ^_^
Panggilan wawancara itu kalau ngga salah sekitar 2 minggu setelah tes tulis.
Saya dihubungi via telp, tapi saat itu sudah tahu karena udah dikabarin temen yg lihat pengumuman di website. ^_^
Wawancara itu fokusnya ini nih (tapi ini berdasarkan pengalaman saya saja ya) :
1. Rencana riset : harus jelas dan spesifik riset apa yg mau dilakukan.
Saya ngeper banget urusan yg satu ini karena merasa sekali ngga menguasai dalam2 topik yg saya ambil. Tapi memang tujuan kita kan ke Jepang untuk sekolah, ya kita justru memang belum tahu banyak dan ingin belajar. Nah apa yg ingin dipelajari ini yg jadi fokusnya. Yg harus disiapkan adalah, kenapa hal yg ingin kita pelajari melalui riset kita itu penting. Mungkin agak muluk2 kalau menghubungkan riset kita dengan manfaatnya untuk negara kita ataupun Jepang. Tapi, yg dilihat interviewer bukan beneran riset kita goal atau tidak, atau beneran benefit atau tidak, tapi yg terpenting pola pikir kita yg dilihat. Dari sekian peserta yg berhasil sampai tahap akhir kan ada banyak yg mahasiswa fresh graduate yg istilahnya memangnya mau kontribusi hasil riset lewat mana, gitu kan? Kerja aja belum. Nah berarti yg terpenting kita punya tekad, dan pemikiran yg terencana.
2. Kenapa harus Jepang?
Nah yg ini jawab aja sejujurnya sesuai kondisi masing2. Tentu yg wajar dan masuk akal. Walau bisa jadi sangat personal, misalnya "pernah tinggal di Jepang shga lebih siap adaptasi", "pekerjaan berhubungan dengan orang Jepang", atau "memang cinta Jepang dan sejak lama suka anime, dan J pop" misalnya. Rasanya pertanyaan yg ini jgn dijawab ngarang2 dan muluk2. Hehe
3. Tahu apa tentang Jepang?
Karena saya bukan orang yg ngefans Jepang, tapi memilih Jepang berdasarkan pertimbangan jarak yg tidak sejauh Eropa dan karena keterkaitan dengan pekerjaan, pertanyaan yang ini saya benar2 menyiapkan jawaban, karena memang gatau banyak ttg Jepang. Jadi saya browsing2, cari info menarik ttg Jepang,terutama kebudayaan dan seninya, dan belajar beberapa kata dalam bahasa Jepang, misalnya perkenalan, jadi saat wawancara bisa nunjukkin.
4. Kontak dengan Sensei
Ini sama sekali tidak wajib. Tapi mungkin menambah nilai plus. Monbukagakusho sama sekali tidak mensyaratkan untuk ada kontak. Tapi dengan ada kontak, atau sensei yg ditargetkan, maka kita bisa memperkuat alasan riset, juga alasan tujuan kenapa di Jepang, dll.
Wawancara bisa berkembang sesuai keinginan interviewer, dan mengalirnya pembicaraan.
Just be relax, karena dengan tidak nervous terlalu parah, qt bisa give our best.
Tentu yg terpenting, jangan lupa berdoa dan pasrah dengan segala hasilnya yg diputuskan Tuhan. :)
Senin, 18 Februari 2013
Petualangan Beasiswa Monbusho (dari seleksi ke seleksi)
Rasanya tidak terlalu lama setelah submit berkas, keluar pengumuman siapa2 saja yang lolos seleksi tahap 1 dan dipanggil ujian tulis. Saya alhamdulillah menemukan nama saya diantara orang2 yg lolos tsb (100an orang). Dari berkali2 saya apply beasiswa sblmnya, baru 1 x saya masuk tahap semifinal (Beasiswa Ajinomoto), yg lainnya (Fullbright, DAAD (2x lho)) hanya sampai administrasi, sudah out. hehehe
Saya pelajari soal2 ujian tulis tahun2 sebelumnya, dan kebingungan membaca karakter tulisan jepang. Alhamdulillah karena bahasa jepang bukan sebuah keharusan (bukan syarat) jadi saya bisa fokus di tes bahasa inggrisnya. Tapi, tes bahasa jepang ttp harus ikut lho.. Isi nama, dan coba kerjakan sebisa mgkn saja dulu. Nanti akan diambil nilai yg tertinggi.
Saya ikut ujian tulis di UI Depok. Kebetulan reuni sama teman yg kenalan waktu apply beasiswa Ajinomoto. Ujiannya kayak SNMPTN atau mirip2 tes CPNS lah gitu. Di ruangan auditorium, rame2. Ujiannya pagi sampai siang saja. Contoh soal bisa didownload di web kedubes. Hehehe
Setelah tes, saya banyakin doaaaaa supaya bisa lolos tahap selanjutnya, tahap terberat menurut saya, yi wawancara.. Alhamdulillah, diantara 90 orang yg masuk wawancara, saya juga jadi salahsatunya.
Posting tentang wawancara, nanti tersendiri ya.. Banyak deh yg mau disampein.. :)
Saya pelajari soal2 ujian tulis tahun2 sebelumnya, dan kebingungan membaca karakter tulisan jepang. Alhamdulillah karena bahasa jepang bukan sebuah keharusan (bukan syarat) jadi saya bisa fokus di tes bahasa inggrisnya. Tapi, tes bahasa jepang ttp harus ikut lho.. Isi nama, dan coba kerjakan sebisa mgkn saja dulu. Nanti akan diambil nilai yg tertinggi.
Saya ikut ujian tulis di UI Depok. Kebetulan reuni sama teman yg kenalan waktu apply beasiswa Ajinomoto. Ujiannya kayak SNMPTN atau mirip2 tes CPNS lah gitu. Di ruangan auditorium, rame2. Ujiannya pagi sampai siang saja. Contoh soal bisa didownload di web kedubes. Hehehe
Setelah tes, saya banyakin doaaaaa supaya bisa lolos tahap selanjutnya, tahap terberat menurut saya, yi wawancara.. Alhamdulillah, diantara 90 orang yg masuk wawancara, saya juga jadi salahsatunya.
Posting tentang wawancara, nanti tersendiri ya.. Banyak deh yg mau disampein.. :)
Petualangan Beasiswa Monbusho (Aplikasi termin 2013 - CHANGE !)
Setelah berhasil punya dua calon spv (Prof JM dan Prof YM), saya semangat menyiapkan berkas lainnya. Yang paling perlu waktu panjang adalah, Field of Study alias rencana riset saya kelak di program Master. Yang ini saya diskusikan dengan calon spv, lalu menyusun proposalnya dgn versi saya sendiri. Topik riset ini sebetulnya untuk menunjukkan kematangan persiapan qta, karena nantinya di Jepang, topik riset ini sebetulnya bisa berubah disesuaikan dgn hasil diskusi dgn sensei kita. Tapi, gmnpun topik ini harus tajam, jelas apa urgensinya, manfaatnya, dll. Oh ya, bagian yg penting juga adalah perencanaan studi qta. Misalnya, dalam 2 tahun master itu mau ngapain aja. Buatlah dalam bentuk tabel, terinci per bulan2nya mempelajari apa, dan apa, riset selesai kapan, sidang kapan, in general. Nah yg begini2 nih, belajar lah dari blog para scholar, atau tanya langsung ke mereka. :)
Persiapan lainnya yang agak perlu waktu adalah terjemahan ijazah dan transkrip (ke bhs inggris). Oh iya ! saya sampai lupa ! TOEFL guys... !!! TOEFL adalah hal pertama yg paling saya concern saat memutuskan ingin apply beasiswa luar negri. Terakhir tes TOEFL, skor saya bikin saya cemberut (th 2010). Saat itu saya tes TOEFL ITP bersama teman sya, karena mau apply FULLBRIGHT (beasiswa Amerika). (Nah kan makin jelas kalau perjuangan beasiswa saya bukan "instant" hehe, tapi bertahun2 dari beasiswa satu ke lainnya, dengan segala kisahny) Jadi, yg masih berjuang dan sudah berkali2 gagal, jgn menyerah ! selama keinginan itu mmg penting, pentingkanlah semua hal untuk mempersiapkan dan memperjuangkannya. :)
Pertama kali tes TOEFL waktu Fullbright itu, saya bertekad ! TOEFL saya harus menembus 550 sbagai syarat paling umum (amerika dan inggris biasanya lebih tinggi). Sejak itu saya autodidak TOEFL dari buku Cliff. Saya tes lagi, alhamdulillah skornya naik (tp belum tembus 550). Akhir th 2011 saya putuskan join les TOEFL IBT di Lembaga Bahasa UI di Depok, alhamdulillah skor saya tembus lewat 550 !. Saya puas sekali ! Oh iya, les itu tidak mutlak. Yg saya butuhkan saat itu adalah, konsistensi. Dengan les, saya jadi lebih disiplin dan fokus belajar. :)
Karena pengalaman berantakannya berkas saya di tahun 2010 dan 2011, saya bertekad kali ini harus JAUH lebih baik ! Saking semangatnya, dan sebagai permintaan maaf pada kedubes yg mgkn bete liat berkas saya tahun2 lalu, saya buat seCANTIK mungkin ! Secantik saya lah minimal ! XD. Saya cetak bukan di kertas biasa, tapi di kertas bertekstur dan berwarna (kertas jeruk) yg tidak terlalu tebal. Saya klip pakai klip besar yang warna warni, tiap warna menunjukkan perbedaan berkas (berkas bikin triplo kl ga salah). Selain itu, amplop surat rekomendasi juga saya pilih yg warna2 pastel, amplop besarnya juga yang berwarna ! Dandan Habis pokoknya ! XD.
Saat menyerahkan berkas itu ke bag pendidikan kedubes (kali ini diterima dengan baik di lantai 2 karena masih 3 hari sebelum deadline), saya tersenyum lebar. Padahal saya belum lulus, tapi saya bahagia karena saya telah melalui proses, dan saya berubah lebih baik dalam aplikasi kali ini. JAUH ! Saat itu saya sudah puas, sebelum saya lulus.. saya pasrah terhadap hasil seleksinya.. saya percaya, kalaupun ngga lolos, saya tetap senang karena saya telah melalui 2 tahun prosesnya, dapat TOEFL dengan skor "aman", dan pengalaman menyiapkan berkas ini itu, rencana riset, yg saya tahu bukan hal yg sia sia..
Petualangan Beasiswa Monbusho (Saya Mendua !)
Sebelum masuk ke cerita, saya jelasin dulu, bahwa saya tidak akan banyak memberikan detail formil seperti list berkas, dll. Selain karena saya ga inget persis, hehe. Informasi ttg persyaratan, berkas, prosedur, sudah ada di web Kedubes, juga di blog-blog monbusho scholar lainnya. Tinggal googling deh. Kalau ada hal2 yg kurang jelas, silakan tanya mgkn saya bisa bantu bdsk pengalaman (sok seolah blognya banyak yg baca X_X). Kenapa saya prefer begitu? Karena sharing kisah yg personal, menurut saya lebih menginspirasi dan memotivasi.. Karena info detil formil sudah banyak dimana2, sya berharap bisa sumbangsih di cerita versi saya. Menunjukkan bahwa, yg saya jalani juga bukan dgn satu jentikan jari, tapi ada prosesnya, dan semua orang bisa kalau bersedia melalui proses itu.. tentu dgn kuasa Tuhan.
Di proses aplikasi saya yg ketiga kalinya ini, selain sudah mempelajari prosedur, berkas2 yg dibutuhkan, dll saya menyiapkan satu hal yg penting dalam beasiswa Jepang, yaitu calon supervisor.
Karena saya sudah ada link dengan Prof JM dari Osaka, yang saya cerita di cerita sebelumnya, saya hubungi beliau sebagai orang pertama yg saya mohon untuk jadi calon supervisor (spv) saya, karena saya mau apply monbusho. Alhamdulillah dengan mudah beliau welcome.
Karena saya sadar bahwa calon spv sebaiknya tidak hanya 1 (dan saya baca di blog mmg kedubes memberikan 3 slot), saya cari calon spv lainnya. Sembari liat2 profil para profesor yg bikin saya selalu bilang "wow" itu, saya kebetulan menerima email dari teman saya (namanya AM), orang Jepang. Dia mengabari bahwa dia pindah kantor. Dari tadinya di sebuah lembaga riset, ke sebuah universitas. Saya mengucapkan selamat dan mendoakan dia sukses, sambil iseng2 saya tanya, kira2 di univ dia, ada ga prof yg cocok sama bidang saya (bioenergi). Alih2 menjawab email saya, kucuk2 malah masuk email dari seorang Prof YM. Saya terkejut luarbiasa, beliau katanya dikabari teman saya japanese itu bahwa saya nyari spv dan dia dengan senang hati bersedia. Wow.. ini yg saya bilang, kuasa Tuhan diatas segala kekuatan apapun. Lagi2 saya surprise "diberikan" calon spv dgn cara begini. Saya kira awalnya saya yg akan menghub beliau. Yang bikin saya lebih surprise lagi adalah, saat saya baca baik2 namanya, Prof YM, saya baru sadar, beliau adalah orang yg saya kagumi waktu di HaNoi, Vietnam. Waktu itu, ada seorang Prof muda, yg staminanya stabil sekali dari awal sampai akhir sesi, stand by selalu duduk paling depan, saat kunjungan ke factory, stand by selalu jadi barisan terdepan dan banyak nanya sama guidenya... Yang selalu dengan antusias menyimak semua presentasi dan jawaban dari para presenter.. Saking kagumnya, saya ga berani ngajak ngobrol dan kenalan.. hehehe. Udah jiper duluan, lagian saya pikir mau ngomong apa saya kalo ngobrol sama Prof genius seperti itu. Bumi ka langit, kata orang sunda. Lebay. ~_~
Disisi satu senang karena dapat 2 calon spv dgn "cara" yg ga diduga2, di sisi lain, bingung krna sebaiknya lapor kan sama Prof yg pertama, bahwa dia bukan satu2nya. Jiah.... kurang ajar ya saya.. maaf sensei.. tapi yang membuat saya lega adalah, karena nantinya, yg menentukan siapa spv saya adalah, Monbusho, bukan saya. Jadi, saya dan dua orang Prof luarbiasa ini, terima jadi. Hehehe.
Jadi, semua ini karena kebetulan dan keberuntungan semata? Eits, baca dulu posting berikutnya. :)
Di proses aplikasi saya yg ketiga kalinya ini, selain sudah mempelajari prosedur, berkas2 yg dibutuhkan, dll saya menyiapkan satu hal yg penting dalam beasiswa Jepang, yaitu calon supervisor.
Karena saya sudah ada link dengan Prof JM dari Osaka, yang saya cerita di cerita sebelumnya, saya hubungi beliau sebagai orang pertama yg saya mohon untuk jadi calon supervisor (spv) saya, karena saya mau apply monbusho. Alhamdulillah dengan mudah beliau welcome.
Karena saya sadar bahwa calon spv sebaiknya tidak hanya 1 (dan saya baca di blog mmg kedubes memberikan 3 slot), saya cari calon spv lainnya. Sembari liat2 profil para profesor yg bikin saya selalu bilang "wow" itu, saya kebetulan menerima email dari teman saya (namanya AM), orang Jepang. Dia mengabari bahwa dia pindah kantor. Dari tadinya di sebuah lembaga riset, ke sebuah universitas. Saya mengucapkan selamat dan mendoakan dia sukses, sambil iseng2 saya tanya, kira2 di univ dia, ada ga prof yg cocok sama bidang saya (bioenergi). Alih2 menjawab email saya, kucuk2 malah masuk email dari seorang Prof YM. Saya terkejut luarbiasa, beliau katanya dikabari teman saya japanese itu bahwa saya nyari spv dan dia dengan senang hati bersedia. Wow.. ini yg saya bilang, kuasa Tuhan diatas segala kekuatan apapun. Lagi2 saya surprise "diberikan" calon spv dgn cara begini. Saya kira awalnya saya yg akan menghub beliau. Yang bikin saya lebih surprise lagi adalah, saat saya baca baik2 namanya, Prof YM, saya baru sadar, beliau adalah orang yg saya kagumi waktu di HaNoi, Vietnam. Waktu itu, ada seorang Prof muda, yg staminanya stabil sekali dari awal sampai akhir sesi, stand by selalu duduk paling depan, saat kunjungan ke factory, stand by selalu jadi barisan terdepan dan banyak nanya sama guidenya... Yang selalu dengan antusias menyimak semua presentasi dan jawaban dari para presenter.. Saking kagumnya, saya ga berani ngajak ngobrol dan kenalan.. hehehe. Udah jiper duluan, lagian saya pikir mau ngomong apa saya kalo ngobrol sama Prof genius seperti itu. Bumi ka langit, kata orang sunda. Lebay. ~_~
Disisi satu senang karena dapat 2 calon spv dgn "cara" yg ga diduga2, di sisi lain, bingung krna sebaiknya lapor kan sama Prof yg pertama, bahwa dia bukan satu2nya. Jiah.... kurang ajar ya saya.. maaf sensei.. tapi yang membuat saya lega adalah, karena nantinya, yg menentukan siapa spv saya adalah, Monbusho, bukan saya. Jadi, saya dan dua orang Prof luarbiasa ini, terima jadi. Hehehe.
Jadi, semua ini karena kebetulan dan keberuntungan semata? Eits, baca dulu posting berikutnya. :)
Petualangan Beasiswa Monbusho (3x aplikasi)
Setelah 4 posting nan panjang tentang hunting profesor, saya mau lanjut cerita petualangan beasiswa monbusho saya nih. Sabar ya yg baca, karena semangat jadi tulisannya susah disedikitin. :p
Sebelum lanjut ttg hunting profesor, saya cerita dulu, bahwa sebetulnya perjuangan memperoleh beasiswa monbusho ini bukan 1 kali saja saya jalani. Saya apply 3x, termin 2011, 2012, 2013. Hohoho. Perjuangan yang pertama, masih newbie, masih asal2an seolah2 dpt beasiswa itu seperti undian berhadiah. Tidak disiapkan jauh2 hari, pas deadline baru inget dan gradak gruduk nyiapin berkas. Dikirim via kurir, dgn ongkos mahal karena maunya sampai hari itu juga, dengan amplop seadanya, isi juga berantakan. Rekomendasi juga dadakan "nodong" atasan. Masih mendingnya, rekomendasi supervisor kampus udah sempat dibuat seminggu sebelumnya. Itupun "nodong" supervisorku Dr RS yang kebetulan ada event di Jakarta. Alhamdulillah beliau bersedia.
Apply yg kedua termin th 2012 (artinya proses apply di tahun 2011), saya gagal mengubah diri saya lebih disiplin menyiapkan semuanya. Saya menunda2 hingga (lagi2) baru sadar menjelang deadline. Sempat ragu untuk apply, tapi kemudian nekad. Nekad bener2 nekad, karena setelah semua berkas saya masukin amplop (agak disusun rapi sesuai list, tp masih asal2an), saya pun lari ke kedubes, ngos2an karena tinggal 10 menit lagi sebelum jam 4 sore hari terakhir deadline. Oh ya, saya secara beruntung berkantor tetanggaan dengan Kedubes Jepang (10 menit jogging). Herannya, sudah dikasih kemudahan dekat begini, masih saja kacau balau aplikasinya. Dengan keringat banjir, ngomong ngos2an, saya menghadap satpam kedubes yg waktu itu sudah menghadang (spertinya sudah berkali2 menolak pelamar beasiswa yg ingin masuk). Saya keukeuh (sambil melas) menunjukkan "masih jam 4 krg 1 menit, pak, pleasee..." (pasang muka anak kucing minta makan). Akhirnya sang satpam berbaik hati dititipi berkas saya untuk diserahkan ke bagian Pendidikan, karena bagian pendidikan sudah ga bisa terima berkas scr lgsg lagi (ya iyalah, udah jam 4). X_X
Apply yg ketiga termin th 2013 (proses apply th 2012), dgn pengalaman aplikasi sebelumnya yg kacau balau, saya sadar dan malu akan kebiasaan saya menunda2 persiapan. Sejak akhir th 2011, saya mempelajari beasiswa monbusho, dan beasiswa lainnya. Saya kumpul informasi sebanyak2nya. Baca blog para scholar hunter, mempelajari sistem2 beasswa (waktu dulu, membedakan erasmus mundus dengan beasiswa eropa lainya saja saya bingung). Bagian terpenting dari masa ini menurut saya, yaitu mempelajari sistem beasiswa, dan membaca sebanyak2nya kisah sukses para scholar. Membaca dan melihat foto2 mereka, prestasi2 mereka, bikin ngiler. Ini membuat saya konsisten terus mengumpulkan informasi. Saya bahkan punya folder khusus setiap beasiswa. Lengkap dengan jurusan, fakultas dan univ yg ditargetkan. Khusus untuk Jepang, saya sampai punya berbelas2 daftar profile profesor di bidang saya. Oh iya, yg juga efektif adalah, minta kenalan sama senior yg sudah berhasil dpt beasiswa. Alhamdulillah, dari semua yg saya hubungi, semuanya ramah dan senang hati sharing, chatting, email2an.. Mereka semangat berbagi pengalaman, seperti halnya saya saat ini menulis posting ini. :)
Oh ya, ikutan event2 pameran beasiswa juga rajin saya ikuti. Selain senang karena biasanya dapet souvenir goody bag, ballpoint (hadeuh penting ga tuh), saya senang baca2 informasi beasiswa disana, dan nanya2 sama pihak universitas. Nah kalau di event begini, nanya2 sama alumni / senior yg sudah dapet beasiswa menurut saya agak kurang nyaman. Kenapa? Karena rame banget, rebutan sama pengunjung lain, dan biasanya sang senior udah kecapean jawab. Hehehehe. Salut tp mereka ttp mau berbagi. :)
Sebelum lanjut ttg hunting profesor, saya cerita dulu, bahwa sebetulnya perjuangan memperoleh beasiswa monbusho ini bukan 1 kali saja saya jalani. Saya apply 3x, termin 2011, 2012, 2013. Hohoho. Perjuangan yang pertama, masih newbie, masih asal2an seolah2 dpt beasiswa itu seperti undian berhadiah. Tidak disiapkan jauh2 hari, pas deadline baru inget dan gradak gruduk nyiapin berkas. Dikirim via kurir, dgn ongkos mahal karena maunya sampai hari itu juga, dengan amplop seadanya, isi juga berantakan. Rekomendasi juga dadakan "nodong" atasan. Masih mendingnya, rekomendasi supervisor kampus udah sempat dibuat seminggu sebelumnya. Itupun "nodong" supervisorku Dr RS yang kebetulan ada event di Jakarta. Alhamdulillah beliau bersedia.
Apply yg kedua termin th 2012 (artinya proses apply di tahun 2011), saya gagal mengubah diri saya lebih disiplin menyiapkan semuanya. Saya menunda2 hingga (lagi2) baru sadar menjelang deadline. Sempat ragu untuk apply, tapi kemudian nekad. Nekad bener2 nekad, karena setelah semua berkas saya masukin amplop (agak disusun rapi sesuai list, tp masih asal2an), saya pun lari ke kedubes, ngos2an karena tinggal 10 menit lagi sebelum jam 4 sore hari terakhir deadline. Oh ya, saya secara beruntung berkantor tetanggaan dengan Kedubes Jepang (10 menit jogging). Herannya, sudah dikasih kemudahan dekat begini, masih saja kacau balau aplikasinya. Dengan keringat banjir, ngomong ngos2an, saya menghadap satpam kedubes yg waktu itu sudah menghadang (spertinya sudah berkali2 menolak pelamar beasiswa yg ingin masuk). Saya keukeuh (sambil melas) menunjukkan "masih jam 4 krg 1 menit, pak, pleasee..." (pasang muka anak kucing minta makan). Akhirnya sang satpam berbaik hati dititipi berkas saya untuk diserahkan ke bagian Pendidikan, karena bagian pendidikan sudah ga bisa terima berkas scr lgsg lagi (ya iyalah, udah jam 4). X_X
Apply yg ketiga termin th 2013 (proses apply th 2012), dgn pengalaman aplikasi sebelumnya yg kacau balau, saya sadar dan malu akan kebiasaan saya menunda2 persiapan. Sejak akhir th 2011, saya mempelajari beasiswa monbusho, dan beasiswa lainnya. Saya kumpul informasi sebanyak2nya. Baca blog para scholar hunter, mempelajari sistem2 beasswa (waktu dulu, membedakan erasmus mundus dengan beasiswa eropa lainya saja saya bingung). Bagian terpenting dari masa ini menurut saya, yaitu mempelajari sistem beasiswa, dan membaca sebanyak2nya kisah sukses para scholar. Membaca dan melihat foto2 mereka, prestasi2 mereka, bikin ngiler. Ini membuat saya konsisten terus mengumpulkan informasi. Saya bahkan punya folder khusus setiap beasiswa. Lengkap dengan jurusan, fakultas dan univ yg ditargetkan. Khusus untuk Jepang, saya sampai punya berbelas2 daftar profile profesor di bidang saya. Oh iya, yg juga efektif adalah, minta kenalan sama senior yg sudah berhasil dpt beasiswa. Alhamdulillah, dari semua yg saya hubungi, semuanya ramah dan senang hati sharing, chatting, email2an.. Mereka semangat berbagi pengalaman, seperti halnya saya saat ini menulis posting ini. :)
Oh ya, ikutan event2 pameran beasiswa juga rajin saya ikuti. Selain senang karena biasanya dapet souvenir goody bag, ballpoint (hadeuh penting ga tuh), saya senang baca2 informasi beasiswa disana, dan nanya2 sama pihak universitas. Nah kalau di event begini, nanya2 sama alumni / senior yg sudah dapet beasiswa menurut saya agak kurang nyaman. Kenapa? Karena rame banget, rebutan sama pengunjung lain, dan biasanya sang senior udah kecapean jawab. Hehehehe. Salut tp mereka ttp mau berbagi. :)
Kamis, 25 Oktober 2012
Petualangan Beasiswa Monbusho (Hunting the Professor 4)
Ngga kebayang berapa banyak posting yang harus saya buat kalau cerita cari Professor aja sampai 4 post.
Oke, saya coba persingkat.
Setelah masih percaya ngga percaya ada sosok sensei yang kucuk2 ngundang saya lalu menanggung semua biaya saya ke Osaka, saya urus juga visa dan paspornya. Kali ini saya pakai paspor dinas. Karena memang urusan dinas (sebelumnya pakai paspor hijau, karena punya nya itu, hehe) dan karena pengurusan visa lebih cepat daripada paspor hijau (katanya, sya sih belum bandingkan).
Detail cerita traveling saya nanti dipost terpisah ya.
Singkat cerita selesai lah saya presentasi di Osaka, dengan segala keterbatasan yang ada, saya bertemu dengan banyak Prof & Dr & pakar2 & mudamudi calon pakar dari berbagai negara dan ada orang2 yg dari perusahaan swasta juga. Disana, saya bertemu Prof Miyamoto. Orang yang selama ini hanya saya lihat via layar laptop. Profesor yang jurnal bioenergy dari alganya banyak saya temukan (belum tentu dibaca sih wkwkwk). Tapi saya kenal betul orang ini walau hanya via berita2 dan jurnal2 beliau itu. Dan ternyata Sensei yang mengundang saya adalah junior dari Prof Miyamoto. Dan Prof Miyamoto lah yang melihat saya presentasi di Ha Noi beberapa bulan sebelumnya itu (tanpa saya tahu beliau ada di event itu), kemudian meminta juniornya (sang Sensei) untuk mengundang saya sebagai perwakilan Indonesia. Yup memang di acara itu dari Indonesia hanya saya yang diundang (yang bikin saya jiper karena saya yakin ada banyak Indonesian lain yg juga layak bahkan lebih), kemudian satu teman saya diminta untuk ikut oleh atasan di kantor untuk menemani juga belajar sama2 saya disana.
Wow... ini yang saya bilang skenario Tuhan yang luarbiasa tak terduga. Dari jungkir balik menyiapkan event internasional di kantor, dpt networking, dpt trip untuk event selanjutnya (HaNoi), rejeki dapet trip ke Malaysia sambil belajar (dan pertama kali ke luarnegri), perjuangan nekad presentasi di Bali, Ha Noi, yang saya lakukan dengan pasrah hanya melakukan yang terbaik di tengah segala keterbatasan, mengantar saya ke Osaka, Jepang.
Kemudian, tentu saja, Sensei dan Prof Miyamoto menyambut baik dan membuka pintu lebar2 jika saya ingin jadi student mereka kelak. Subhanallah, saya bahkan tidak sempat mengirim satu email pun perkenalan ke Profesor2 yang namanya sudah saya simpan di file2 saya itu.
Hasil perjuangan ternyata sering dibuat Tuhan belum tentu persis di jalur juang yang kita kira. Sejak ini saya semakin percaya kekuatan Tuhan, dan kekuatan upaya kita untuk dilihat Tuhan lalu diberikan jalan.
Subhanallah...Alhamdulillah..
*Thanks to neng Amalia Istiqlali Adiba yang membantu sekali proses saya dari perkenalan sampai saya tiba dan jalan2 di Osaka.
*Thanks to Dr M. Arif Yudiarto, Dr Irhan Febijanto & Pak Rohmadi Ridlo, M.Eng, Mbak Maharani Dewi Sholikhah, dan Mbak Fina Pitono, karena mendukung penuh secara moril, ilmu dan optimisme.
Oke, saya coba persingkat.
Setelah masih percaya ngga percaya ada sosok sensei yang kucuk2 ngundang saya lalu menanggung semua biaya saya ke Osaka, saya urus juga visa dan paspornya. Kali ini saya pakai paspor dinas. Karena memang urusan dinas (sebelumnya pakai paspor hijau, karena punya nya itu, hehe) dan karena pengurusan visa lebih cepat daripada paspor hijau (katanya, sya sih belum bandingkan).
Detail cerita traveling saya nanti dipost terpisah ya.
Singkat cerita selesai lah saya presentasi di Osaka, dengan segala keterbatasan yang ada, saya bertemu dengan banyak Prof & Dr & pakar2 & mudamudi calon pakar dari berbagai negara dan ada orang2 yg dari perusahaan swasta juga. Disana, saya bertemu Prof Miyamoto. Orang yang selama ini hanya saya lihat via layar laptop. Profesor yang jurnal bioenergy dari alganya banyak saya temukan (belum tentu dibaca sih wkwkwk). Tapi saya kenal betul orang ini walau hanya via berita2 dan jurnal2 beliau itu. Dan ternyata Sensei yang mengundang saya adalah junior dari Prof Miyamoto. Dan Prof Miyamoto lah yang melihat saya presentasi di Ha Noi beberapa bulan sebelumnya itu (tanpa saya tahu beliau ada di event itu), kemudian meminta juniornya (sang Sensei) untuk mengundang saya sebagai perwakilan Indonesia. Yup memang di acara itu dari Indonesia hanya saya yang diundang (yang bikin saya jiper karena saya yakin ada banyak Indonesian lain yg juga layak bahkan lebih), kemudian satu teman saya diminta untuk ikut oleh atasan di kantor untuk menemani juga belajar sama2 saya disana.
Wow... ini yang saya bilang skenario Tuhan yang luarbiasa tak terduga. Dari jungkir balik menyiapkan event internasional di kantor, dpt networking, dpt trip untuk event selanjutnya (HaNoi), rejeki dapet trip ke Malaysia sambil belajar (dan pertama kali ke luarnegri), perjuangan nekad presentasi di Bali, Ha Noi, yang saya lakukan dengan pasrah hanya melakukan yang terbaik di tengah segala keterbatasan, mengantar saya ke Osaka, Jepang.
Kemudian, tentu saja, Sensei dan Prof Miyamoto menyambut baik dan membuka pintu lebar2 jika saya ingin jadi student mereka kelak. Subhanallah, saya bahkan tidak sempat mengirim satu email pun perkenalan ke Profesor2 yang namanya sudah saya simpan di file2 saya itu.
Hasil perjuangan ternyata sering dibuat Tuhan belum tentu persis di jalur juang yang kita kira. Sejak ini saya semakin percaya kekuatan Tuhan, dan kekuatan upaya kita untuk dilihat Tuhan lalu diberikan jalan.
Subhanallah...Alhamdulillah..
*Thanks to neng Amalia Istiqlali Adiba yang membantu sekali proses saya dari perkenalan sampai saya tiba dan jalan2 di Osaka.
*Thanks to Dr M. Arif Yudiarto, Dr Irhan Febijanto & Pak Rohmadi Ridlo, M.Eng, Mbak Maharani Dewi Sholikhah, dan Mbak Fina Pitono, karena mendukung penuh secara moril, ilmu dan optimisme.
Malam Idul Adha kami
Malam Idul Adha kami lebih biasa dari biasanya.
Kalau biasanya kami kumpul dengan orangtua, sibuk buat ketupat dan nyicip2 opor.
Kali ini kami beraktivitas biasa seperti malam-malam lainnya.
Rakha, mainan, tv, laptop, dan buku bacaan..
Idul Adha kali ini tanpa mudik dan tanpa kedatengan siapa2.
Klasik, tapi beneran deh, ada yang hilang.
Kangen sm ibu dan kakak2 saya, ua saya, terasa kuat sekali smpai bikin saya galau.
Tapi doa tetap terkirim untuk mereka.
Seribut2nya saya dengan mereka, sungguh saya ngga akan menolak berkumpul bersama mereka.
Sampai akhir hayat.
Thanks God for giving them in my life.
Bless them as always.
Make them not galau like me yah, please.
Kalau biasanya kami kumpul dengan orangtua, sibuk buat ketupat dan nyicip2 opor.
Kali ini kami beraktivitas biasa seperti malam-malam lainnya.
Rakha, mainan, tv, laptop, dan buku bacaan..
Idul Adha kali ini tanpa mudik dan tanpa kedatengan siapa2.
Klasik, tapi beneran deh, ada yang hilang.
Kangen sm ibu dan kakak2 saya, ua saya, terasa kuat sekali smpai bikin saya galau.
Tapi doa tetap terkirim untuk mereka.
Seribut2nya saya dengan mereka, sungguh saya ngga akan menolak berkumpul bersama mereka.
Sampai akhir hayat.
Thanks God for giving them in my life.
Bless them as always.
Make them not galau like me yah, please.
Senin, 22 Oktober 2012
My next Android Phone would be : XPERIA ACRO S
This is just almost perfect smartphone ever (for me) !
While my blackberry is in trouble, I am looking for a new android phone, and found XPERIA ACRO S fulfill my need. I need a fast and strong processor, big capacity, nice camera, and strong durability.
Ngga perlu copas disini, cukup klik saja ke source nya ya, semoga rejeki, satu Androidphone ini jadi milik saya. Hehehe
http://www.teknoup.com/review/1009/sony-xperia-acro-s-lt26w/
While my blackberry is in trouble, I am looking for a new android phone, and found XPERIA ACRO S fulfill my need. I need a fast and strong processor, big capacity, nice camera, and strong durability.
Ngga perlu copas disini, cukup klik saja ke source nya ya, semoga rejeki, satu Androidphone ini jadi milik saya. Hehehe
http://www.teknoup.com/review/1009/sony-xperia-acro-s-lt26w/
Petualangan Beasiswa Monbusho (Hunting the Professor 3)
Lanjut kisah setelah saya ditantang presentasi di Bali dengan bahasa Inggris itu. Hmm.. mungkin ini biasa bagi banyak orang, tapi tidak bagi saya. Tidak bagi teman2 seangkatan saya di kantor saya. It's a new thing. It's a breakthrough. Belum pernah terjadi sebelumnya di generasi muda teman2 saya. Tapi inilah saya, sering nekad alias ngga mau melepas kesempatan baik. Jadi, saya sanggupi tantangan itu. Dengan motivasi bisa sambil jalan2 ke Bali dan ketemu orang asing (saya senang sekali membuat pertemanan baru terutama kalau bisa sambil improve bahasa Inggris saya). Dan hingga saat ini, saya sangat bersyukur atas kenekadan saya saat itu, karena the stories continue after that... And it was an amazing scenario by God.
Bolak balik komunikasi, deal lah kami. Saya resmi diundang ke Osaka University, untuk menyampaikan presentasi topic saya, dalam sebuah workshop tingkat internasional lagi, dan kali ini saya diundang langsung oleh Sensei Osaka Univ dan seluruh perjalanan dan akomodasi saya, ditanggung pihak pengundang. That’s why I said this is amazing scenario. Buat Anda atau siapapun, peristiwa seperti ini mungkin biasa. Tapi bagi saya, yang justru sedang mengumpulkan keberanian untuk mengirim email perkenalan ke sensei2. Tapi justru malah diundang oleh seorang sensei senior di Jepang, dibiayai berangkat ke sana untuk 1 minggu, plus dibayar pula (yen pertama saya hasil kerja sendiri). Wow, itu luarbiasa.
Saya
mempersiapkan bahan sebaik-baiknya dengan focus kepada speech saya saat
presentasi. Alhamdulillah setelah revisi-revisi, dan latihan sendiri. Saya
selesai membawakan presentasi di event internasional itu. Terbitlah sertifikat
pertama saya dengan embel-embel presenter di event internasional. Hehe, bagi
yang masih newbie di dunia pekerjaan para engineer dan scientist ini, it means something
for me. Lalu, apa hubungannnya presentasi nekad ini dengan perjuangan beasiswa
saya? Karena presentasi Bali ini mengantarkan saya ke presentasi selanjutnya di
Hanoi. Karena pengalaman di Bali, saya diberi amanat dan diberi kesempatan
untuk uji nyali lagi, presentasi riset kami di ajang internasional, namun
eventnya diselenggarakan di luar negri, yaitu Ha Noi city, Vietnam. Sebelum ke Ha Noi ini, saya juga beruntung
diberi kesempatan ke Malaysia, bersama beberapa teman, untuk belajar di sebuah
workshop tentang Hydrogen Energy. Perjalanan ke Malaysia itu menjadi perjalanan
luar negri saya yang pertama. Nanti akan saya posting travelling stories saya
deh. #makin semangat blogging.
Presentasi
saya di Ha Noi, tidak berjalan sempurna, tapi jauh lebih siap daripada sewaktu
di Bali. Di event ini saya bertemu dengan manusia2 bioenergy di Asia. Manusia2
ini pula yang sebelumnya bertemu di event yang sama tahun 2010. Tahun dimana
kami di Indonesia menjadi penyelenggaranya, dan saya habis-habisan menjadi
pantiia event itu. Saya bisa bilang begitu. Karena tidak setiap event saya bisa
begadang berkali2, lalu berturut2 2 malam pada hari H. Luar biasa. Saat itu
saya hanya pasrah sama Tuhan, tidak mengharap imbalan uang, atau apapun. Hanya
percaya, suatu hari Tuhan kan tunjukkan kenapa nya. Kenapa saya diberi pilihan
diantara dua saat itu. Fight and do the best till the last for the success of
the event, or ignore it, don’t care. Saya sangat bersyukur karena saya pilih
pilihan yang pertama. Plilihan ini juga berkaitan dengan diberinya saya
kesempatan berangkat ke Ha Noi ditahun 2011, untuk event yang sama. Saya
bertemu lagi dengan mereka2 yang tahu hebohnya saya waktu nyiapkan event di
tahun sebelumnya. Alhamdulilah, mereka
inga saya dan mengapresiasi. Hehehe.
Setelah
presentasi di HaNoi saya balik lagi ke cubicle saya. Berkutat dengan daily
jobs, project ini itu. Beberapa minggu berlalu hingga kucuk2 ada email
mengejutkan saya. Di saat saya justru sedang mencari sensei di Jepang, masuk
sebuah email dari orang Indonesia yang kuliah di Jepang yang mengatakan
senseinya tertarik mengundang saya untuk presentasi di workshopnya di Jepang.
Satu di pikiran saya : ni orang salah kirim ngga ya? @_@
Bolak balik komunikasi, deal lah kami. Saya resmi diundang ke Osaka University, untuk menyampaikan presentasi topic saya, dalam sebuah workshop tingkat internasional lagi, dan kali ini saya diundang langsung oleh Sensei Osaka Univ dan seluruh perjalanan dan akomodasi saya, ditanggung pihak pengundang. That’s why I said this is amazing scenario. Buat Anda atau siapapun, peristiwa seperti ini mungkin biasa. Tapi bagi saya, yang justru sedang mengumpulkan keberanian untuk mengirim email perkenalan ke sensei2. Tapi justru malah diundang oleh seorang sensei senior di Jepang, dibiayai berangkat ke sana untuk 1 minggu, plus dibayar pula (yen pertama saya hasil kerja sendiri). Wow, itu luarbiasa.
Petualangan Beasiswa Monbusho 2 (Hunting the Professor 2)
Terakhir tulisan saya tentang Hunting the Professor : http://univolife.blogspot.com/2011/03/hunting-professor.html. Wow, sudah berlalu begitu lama. Tentu saja banyak yang terjadi.
Saat itu saya memang cari2 profesor, tapi ujung2nya lebih banyak hanya browsing. Ada direktori yang saya buat, tp berakhir sampai disitu. Tidak ada satu email pun yang saya kirim ke Prof2 itu. Lagi2 alasan klasik, ngga sempat. Hmm.. lebih tepatnya ngga benar2 disempatkan sebenarnya. Tahun 2011 itu saya akhirnya tetap jadi mengajukan aplikasi ke Kedutaan Besar, tapi saya siapkan semua berkas aplikasi itu dalam 1 hari sebelum deadline. Saya bahkan memasukkan itu berkas titip ke satpam Kedubes karena saya menyerahkan tepat di jam terakhir penerimaan. Jam 4 sore. Hhh..... kacau. Jelas mustahil saya dipanggil tes selanjutnya.
Di tulisan itu, saya menulis negaranya misterius. J dan J. Saya buka aja sekarang, Jepang dan Jerman. Sebenarnya jaman kuliah saya ingin sekali ke Jerman. Alasannya, ga jelas juga. Tapi salahsatunya karena Jerman di Eropa dan tidak berbahasa Inggris, lalu aksen ngomongnya keren. So what? Yah begitulah hasrat jaman kuliah. Satu tahun bekerja, semakin jelas bagi saya kalau Jepang seharusnya jadi prioritas. Karena pekerjaan project saya 99% dengan orang Jepang dan senior saya banyak sekali lulusan Jepang. Saya membayangkan akan lebih membantu saya kelak melanjutkan pekerjaan jika saya pernah tinggal dan studi di negara itu. Sembari tentu, mengembangkan networking. Kali ini, alasan memilih negara lebih "dewasa". Itupun, masih dihiasi dengan berminggu-minggu galau, apakah iya mau apply Jepang (dengan resiko diterima), dan harus mau sekolah disana dengan bahasanya yang asing dan tulisannya yang lebih mirip kaligrafi itu.
Sembari galau, saya terus coba browsing2 cari2 Profesor. Minat saya (pekerjaan saya tepatnya), di Bioenergi. Kalau ditanya minat, minat saya di musik, soalnya. #gubrak. Lalu saya ubek2 lah itu data Prof di bidang Bioenergi. Saya tertarik Bioenergi dari mikroalga. Kenapa? Karena teknologi baru, mudah tumbuh, warna, dan yang terpenting : bentuknya lucu2 unik2, dan ukurannya lebih gede daripada bakteri. . #heeuu....
Ketemulah saya beberapa Sensei. Salahsatunya Prof Miyamoto di Osaka Univ. Tapi ya begitu, dosa lama terulang. Semua Sensei2 jenius itu saya simpen doang datanya di file laptop saya. Hingga kemudian Tuhan turunkan skenario indah untuk saya. Tuhan uji saya dengan tantangan. Lepas dari pergelutan saya dalam beasiswa, Tuhan kasi saya tantangan untuk mengambil kesempatan presentasi dengan bahasa Inggris, di Bali, di sebuah event internasional. Lhoo... apa hubungannya dengan petualangan beasiswa saya? Hmm... disini lah cantiknya skenario Tuhan... *lanjut di post selanjutnya ya. Biar disini ga kepanjangan. #apa sih
Petualangan Beasiswa Monbusho 1 (Kenapa saya HARUS studi lanjut di Luar Negeri)
Judulnya mungkin sebetulnya kurang tepat, pakai angka 1. Karena kaitan dengan perjuangan memperoleh beasiswa ini sudah pernah aku posting sebelumnya. Nanti rencananya mau dibuat dua versi bahasa, Indonesia dan Inggris. Supaya tulisan ini bisa dimengerti non bahasa Indonesia'ers. =p (Caileeee kayak bakal sempat aja gkgkgk).
Sebetulnya cerita perjuangan beasiswa ini mirip skenario film bagi saya. It's so unpredictable, amazing scenario by God. Diawali dari ambisi "lebay" oleh seorang anak kampung dengan keterbatasan finansial yg belum pernah ke luar negri, yang bahasa inggrisnya pas2an, prestasi juga ga tinggi2 amat, apalagi scientific skill alias kualitas otak kayanya standar tapi ngotot pengen dapet beasiswa sekolah di luar negri. Motivasinya banyak (termasuk pengalaman global, tantangan yang lebih tinggi, networking, dll), tapi satu yang utama :
Karena sekolah master di dalam negri, walaupun dengan beasiswa, akan menambah pengeluaran. Kenapa?
Karena beasiswa dalam negri sejauh ini rata2 hanya mencakup biaya sekolah dan sedikit untuk biaya hidup. Sedangkan kuliah dan pertemuan2 dgn dosen pembimbing itu perlu ongkos, perlu biaya susun thesis, apalagi dana alat dan bahan laboratorium (berhubung bidang saya sains) yang tentu jauh dibanding biaya hidup yang diberikan dari beasiswa dagri.
Sedangkan kemudian sebagai aparatur sipil negara (nama baru dari PNS), saya sebagai student hanya akan menerima gaji pokok, alias tidak aktif bekerja sehingga tunjangan2 atau honor proyek tidak bisa saya terima (tp kabarnya ini sedang diperdebatkan (*untuk remunerasi)). Artinya, malah menjadi tantangan finansial bagi saya, dan itu tampak berat. Sehingga, sekolah di LN yang ditunjang penuh oleh beasiswa memungkinkan saya bisa membiaya kuliah, hidup saya, tanpa mengganggu penghasilan saya yang bisa saya alokasikan untuk biaya anak saya. Jadi alasan paling mendasar, adalah .. yes, tidak akan saya pungkiri adalah : financial. Tentu, alasan ini tidak akan begitu kuat membuat saya bertahan berjuang memperoleh beasiswa selama 2 tahun ini, jika tidak didukung alasan2 lain yang juga penting bagi saya.
Lalu, kalau kemudian saya ditanya lagi : Kenapa saya harus studi lanjut? Sedangkan saya seorang ibu yang resikonya harus meninggalkan anak saat studi, sedangkan sekolah tidak menjamin kesuksesan? Ini juga jelas ada alasannya. Karena saya mau berkembang. Saya mau hidup saya semakin lebih baik dari hari ke hari. Artinya? salahsatunya adalah karir saya. Karir saya di dunia engineering, sains, dimana pekerjaan memerlukan skill, knowledge, untuk mencapai prestasi lebih baik. Kenapa "sok" pengen berkarir baik begitu? Karena suksesnya saya bukan semata untuk saya. Tapi untuk saya persembahkan untuk ibu saya, untuk menyokong beliau dengan lebih baik. Untuk masa depan anak saya. Menyiapkan dan menumbuhkan ia dengan sebaik2nya keadaan.
Dalam karir saya, untuk mengembangkan project2, kerjasama dengan berbagai pihak, sudah saya rasakan betul, basic ilmu saya sebagai sarjana belum memadai. Yup, saya bukan tipe super yang bisa upgrade diri saya begitu saja seperti sulap, tanpa sekolah. Saya percaya sekolah akan memberi saya ilmu, networking, dan skill yang kelak akan berguna. Boleh kan, optimis?
Lalu alasan yang sangat pribadi, yang debatable mungkin. Motivasi kuat saya (yang sering menjadi motivasi saya sejak kecil), adalah membuktikan pada keluarga besar, bahwa saya berhasil mencapai suatu prestasi. Saya, anak yatim sejak umur 9 tahun, yang membiayai sekolah dari bantuan orang2 dan hasil jualan minyak tanah, dan hasil kerja ibu saya sebagai asisten perias pengantin, dan pensiun papa yang tentu terbatas jumlahnya. Saya, yang tidak mengenyam nikmatnya hidup berkecukupan, yang baru tahu nikmatnya kasur dan AC hotel berbintang hanya kalau diajak nginap oleh sanak saudara ibu saya. Yang naik mobil pribadi itu hanya kalau numpang orang lain, itupun joknya sering saya elus2 saking kagumnya. Yang tinggal di rumah petak 2 kamar bersama ibu dan 2 kakak laki2 saya. Yang bukan anak siapa2 atau ponakan siapa2 sehingga memperoleh fasilitas karenanya. Tapi saya maju, saya sekolah dan berusaha menjadi anak baik. Jadi orang baik. Berprestasi sebaik2nya sesuai jalur saya berada. Saya ingin selalu buktikan dan buktikan terus bahwa saya dari keluarga yang sering dipandang sebelah mata karena keterbatasan kami, mampu membelalakkan mata karena mencapai sesuatu yang baik. Yang bahkan tidak/belum dicapai orang yang keadaannya lebih baik dari saya di awalnya.
"Saya ingin selalu tunjukkan bahwa keterbatasan saya tidak membatasi saya."
by Syaftika, 22 Oktober 2012
Karena sekolah master di dalam negri, walaupun dengan beasiswa, akan menambah pengeluaran. Kenapa?
Karena beasiswa dalam negri sejauh ini rata2 hanya mencakup biaya sekolah dan sedikit untuk biaya hidup. Sedangkan kuliah dan pertemuan2 dgn dosen pembimbing itu perlu ongkos, perlu biaya susun thesis, apalagi dana alat dan bahan laboratorium (berhubung bidang saya sains) yang tentu jauh dibanding biaya hidup yang diberikan dari beasiswa dagri.
Sedangkan kemudian sebagai aparatur sipil negara (nama baru dari PNS), saya sebagai student hanya akan menerima gaji pokok, alias tidak aktif bekerja sehingga tunjangan2 atau honor proyek tidak bisa saya terima (tp kabarnya ini sedang diperdebatkan (*untuk remunerasi)). Artinya, malah menjadi tantangan finansial bagi saya, dan itu tampak berat. Sehingga, sekolah di LN yang ditunjang penuh oleh beasiswa memungkinkan saya bisa membiaya kuliah, hidup saya, tanpa mengganggu penghasilan saya yang bisa saya alokasikan untuk biaya anak saya. Jadi alasan paling mendasar, adalah .. yes, tidak akan saya pungkiri adalah : financial. Tentu, alasan ini tidak akan begitu kuat membuat saya bertahan berjuang memperoleh beasiswa selama 2 tahun ini, jika tidak didukung alasan2 lain yang juga penting bagi saya.
Lalu, kalau kemudian saya ditanya lagi : Kenapa saya harus studi lanjut? Sedangkan saya seorang ibu yang resikonya harus meninggalkan anak saat studi, sedangkan sekolah tidak menjamin kesuksesan? Ini juga jelas ada alasannya. Karena saya mau berkembang. Saya mau hidup saya semakin lebih baik dari hari ke hari. Artinya? salahsatunya adalah karir saya. Karir saya di dunia engineering, sains, dimana pekerjaan memerlukan skill, knowledge, untuk mencapai prestasi lebih baik. Kenapa "sok" pengen berkarir baik begitu? Karena suksesnya saya bukan semata untuk saya. Tapi untuk saya persembahkan untuk ibu saya, untuk menyokong beliau dengan lebih baik. Untuk masa depan anak saya. Menyiapkan dan menumbuhkan ia dengan sebaik2nya keadaan.
Dalam karir saya, untuk mengembangkan project2, kerjasama dengan berbagai pihak, sudah saya rasakan betul, basic ilmu saya sebagai sarjana belum memadai. Yup, saya bukan tipe super yang bisa upgrade diri saya begitu saja seperti sulap, tanpa sekolah. Saya percaya sekolah akan memberi saya ilmu, networking, dan skill yang kelak akan berguna. Boleh kan, optimis?
Lalu alasan yang sangat pribadi, yang debatable mungkin. Motivasi kuat saya (yang sering menjadi motivasi saya sejak kecil), adalah membuktikan pada keluarga besar, bahwa saya berhasil mencapai suatu prestasi. Saya, anak yatim sejak umur 9 tahun, yang membiayai sekolah dari bantuan orang2 dan hasil jualan minyak tanah, dan hasil kerja ibu saya sebagai asisten perias pengantin, dan pensiun papa yang tentu terbatas jumlahnya. Saya, yang tidak mengenyam nikmatnya hidup berkecukupan, yang baru tahu nikmatnya kasur dan AC hotel berbintang hanya kalau diajak nginap oleh sanak saudara ibu saya. Yang naik mobil pribadi itu hanya kalau numpang orang lain, itupun joknya sering saya elus2 saking kagumnya. Yang tinggal di rumah petak 2 kamar bersama ibu dan 2 kakak laki2 saya. Yang bukan anak siapa2 atau ponakan siapa2 sehingga memperoleh fasilitas karenanya. Tapi saya maju, saya sekolah dan berusaha menjadi anak baik. Jadi orang baik. Berprestasi sebaik2nya sesuai jalur saya berada. Saya ingin selalu buktikan dan buktikan terus bahwa saya dari keluarga yang sering dipandang sebelah mata karena keterbatasan kami, mampu membelalakkan mata karena mencapai sesuatu yang baik. Yang bahkan tidak/belum dicapai orang yang keadaannya lebih baik dari saya di awalnya.
"Saya ingin selalu tunjukkan bahwa keterbatasan saya tidak membatasi saya."
by Syaftika, 22 Oktober 2012
Minggu, 21 Oktober 2012
My awkward part of life
There is so much awkward part of life
Those moments are when it is contrary with logic and ordinary laws.
I do, have:
When we say we don’t have time to talk, while we have talks much topic
When we say we do not share burden each other, while we cooperate many times
When we say we can’t discuss about it, while we commenting and debate even in politics
When we say we don’t have enough time, while we lie down and watching tv for hours
I know why.
Because we can avoid those we don’t like.
But then it will cause bigger problems.
And again, we are very understand this facts, but then we keep avoid and avoid it for years.
Now I prefer to type it here in silent, than talk about it to you, who sit near me.
What awkward life.
Those moments are when it is contrary with logic and ordinary laws.
I do, have:
When we say we don’t have time to talk, while we have talks much topic
When we say we do not share burden each other, while we cooperate many times
When we say we can’t discuss about it, while we commenting and debate even in politics
When we say we don’t have enough time, while we lie down and watching tv for hours
I know why.
Because we can avoid those we don’t like.
But then it will cause bigger problems.
And again, we are very understand this facts, but then we keep avoid and avoid it for years.
Now I prefer to type it here in silent, than talk about it to you, who sit near me.
What awkward life.
It is so easy for you
My FB status today :
It is so easy to hate you.
It is so easy to forget it.
But then the easiest is to remember it again.
I hope it is easy to change it to be difficult.
-----
It is so easy for you to hurt me.
It is so easy for you to repeat mistakes.
It is so easy for you to ‘not say sorry'
It is so easy for you to show your anger
It is so easy for you to ‘not care my anger’
It is so easy for you to blame others especially me
It is so easy for you to pretend nothing happen
It is so easy for you to ignore my sadness
It is so easy for you to stay with me
While I need so much power to keep that.
It is so easy to hate you.
It is so easy to forget it.
But then the easiest is to remember it again.
I hope it is easy to change it to be difficult.
-----
It is so easy for you to hurt me.
It is so easy for you to repeat mistakes.
It is so easy for you to ‘not say sorry'
It is so easy for you to show your anger
It is so easy for you to ‘not care my anger’
It is so easy for you to blame others especially me
It is so easy for you to pretend nothing happen
It is so easy for you to ignore my sadness
It is so easy for you to stay with me
While I need so much power to keep that.
Sabtu, 13 Oktober 2012
Wanita Pejuang Hidup
Saya sangat mengenal seorang wanita, dan beberapa wanita lainnya yang serupa.
Tatapan matanya menyiratkan lelah juga kasih sayang
Senyumnya menunjukkan bahagia sekaligus penutup luka
Tegap badannya tanda kekuatan, juga menguatkan kelemahan
Sentuhan jemarinya melembutkan kadang menegur kesalahan
Yakin langkahnya karena tekad bukan karena kepastian tercapainya tujuan
Cantik kulitnya namun juga kan usang dimakan waktu dan kisah hidup
Hanya satu yang tak tampak, yaitu hatinya
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya ceria atau terluka
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya berbunga atau retak
Hanya antara dia, Tuhan dan malaikat, yang menemani hari-hari perjuangannya
Menjalani hidup, yang tidak mudah, tapi tak layak disiasiakan
Tujuan wanita itu hanya satu, menjadi pejuang hidup, dan bukan pecundang.
Menjadi kuat karena berlatih, menjadi mampu karena belajar, menjadi berhasil karena tekad dan perjalanan dari satu kisah ke kisah lainnya.
Bukan menjadi benalu, bukan menadah tangan menunggu pemberian, bukan menggantungkan hidup pada hidup orang lain.
Karena tanpa perjuangan, ia merasa tidak berada dalam kehidupan.
Tatapan matanya menyiratkan lelah juga kasih sayang
Senyumnya menunjukkan bahagia sekaligus penutup luka
Tegap badannya tanda kekuatan, juga menguatkan kelemahan
Sentuhan jemarinya melembutkan kadang menegur kesalahan
Yakin langkahnya karena tekad bukan karena kepastian tercapainya tujuan
Cantik kulitnya namun juga kan usang dimakan waktu dan kisah hidup
Hanya satu yang tak tampak, yaitu hatinya
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya ceria atau terluka
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya berbunga atau retak
Hanya antara dia, Tuhan dan malaikat, yang menemani hari-hari perjuangannya
Menjalani hidup, yang tidak mudah, tapi tak layak disiasiakan
Tujuan wanita itu hanya satu, menjadi pejuang hidup, dan bukan pecundang.
Menjadi kuat karena berlatih, menjadi mampu karena belajar, menjadi berhasil karena tekad dan perjalanan dari satu kisah ke kisah lainnya.
Bukan menjadi benalu, bukan menadah tangan menunggu pemberian, bukan menggantungkan hidup pada hidup orang lain.
Karena tanpa perjuangan, ia merasa tidak berada dalam kehidupan.
Luapan Kegelisahan
Judulnya lebay.
Tapi cuma itu yang terpikir.
Penyakit lama saya mengabaikan blog lagi dan lagi setelah sempat taubat mau aktif, kumat dalam beberapa bulan ini.
Bayangkan, post terakhir saya bulan Februari 2012.
Ada apa gerangan sebenarnya?
Kenapa dulu jaman ABG bisa konsisten ngisi buku diary?
Apakah karena faktor usia?
Memangnya kenapa ? jadi pikun? ah belum separah itu.
Lalu apa? Karena sudah punya anak? Tapi masa' anak saya yang disalahin.
Oooh, karena kesibukan. Benarkah? rasanya ritme tidak jauh berubah, selalu saja ada yang harus diselesaikan.
Tapi kemudian hati ini gelisah.
Tenggelam dalam rutinitas sungguh bukan karakter saya.
Saya suka keteraturan tapi tidak suka monoton.
Saya suka menyimpan rahasia dan hasrat (termasuk hasrat menulis), tapi lama2 gelisah juga.
Jadi, maaf ya Blog.
Baru sekarang kujamah lagi dirimu.
Jangan marah ya Blog.
Karena dirimu justru kan kujadikan tempat ku marah2. Atau emosi lainnya.
Kujadikan engkau rekam jejak hidupku. Tak ubahnya diaryku jaman ABG itu.
Cuma bedanya sekarang ngga pakai gembok atau pita. Sekarang namanya password.
Dan sekarang, diaryku kutunjukkan ke dunia.
Kubagi dengan milyaran pasang mata (padahal blog nya belum laku).
Yah, niatnya hanya mengkonversi pikiran menjadi kata-kata.
Menggunakan energi hati, dan jari jemari.
Menciptakan karya, jika layak dihargai.
Melahirkan sekedar cerita, jika tidak bisa disebut karya sastra.
Tak apa, yang penting kegelisahan ini pudar..
Berganti kepuasan yang nyaman..
Hmm... Welcome me back, my Blog.
Tapi cuma itu yang terpikir.
Penyakit lama saya mengabaikan blog lagi dan lagi setelah sempat taubat mau aktif, kumat dalam beberapa bulan ini.
Bayangkan, post terakhir saya bulan Februari 2012.
Ada apa gerangan sebenarnya?
Kenapa dulu jaman ABG bisa konsisten ngisi buku diary?
Apakah karena faktor usia?
Memangnya kenapa ? jadi pikun? ah belum separah itu.
Lalu apa? Karena sudah punya anak? Tapi masa' anak saya yang disalahin.
Oooh, karena kesibukan. Benarkah? rasanya ritme tidak jauh berubah, selalu saja ada yang harus diselesaikan.
Tapi kemudian hati ini gelisah.
Tenggelam dalam rutinitas sungguh bukan karakter saya.
Saya suka keteraturan tapi tidak suka monoton.
Saya suka menyimpan rahasia dan hasrat (termasuk hasrat menulis), tapi lama2 gelisah juga.
Jadi, maaf ya Blog.
Baru sekarang kujamah lagi dirimu.
Jangan marah ya Blog.
Karena dirimu justru kan kujadikan tempat ku marah2. Atau emosi lainnya.
Kujadikan engkau rekam jejak hidupku. Tak ubahnya diaryku jaman ABG itu.
Cuma bedanya sekarang ngga pakai gembok atau pita. Sekarang namanya password.
Dan sekarang, diaryku kutunjukkan ke dunia.
Kubagi dengan milyaran pasang mata (padahal blog nya belum laku).
Yah, niatnya hanya mengkonversi pikiran menjadi kata-kata.
Menggunakan energi hati, dan jari jemari.
Menciptakan karya, jika layak dihargai.
Melahirkan sekedar cerita, jika tidak bisa disebut karya sastra.
Tak apa, yang penting kegelisahan ini pudar..
Berganti kepuasan yang nyaman..
Hmm... Welcome me back, my Blog.
Selasa, 28 Februari 2012
Ucapan Terimakasih_2
2. Terimakasih Papa
Ucapan terimakasih selanjutnya aku sampaikan untuk papaku. Ayahanda yang kini berbaring tenang di sisi Nya.
Terimakasih Papa,
karena telah memutuskan menjadi pendamping ibunda sepanjang hayatmu
cinta kalian, melahirkan kami dalam buaian kasih sayang
Terimakasih Papa,
karena telah berjuang menghidupi kami, berkarya sepanjang usiamu,
berjasa pada orang2 yang kau temui.
Terimakasih Papa,
karena ketegasanmu membentuk kekuatan karakter positif kami
keteguhanmu akan tegaknya kejujuran, dan idealisme mu
mendahulukan yang seharusnya, membuat kami malu berbuat dzolim
Terimakasih Papa,
karena telah melimpahkan upayamu untuk membahagiakan kami
menyingkirkan ego-mu untuk sekedar menyenangkan diri sendiri
Yang termanis, papa
terimakasih telah mengukir kisah emas dalam sekejap kebersamaan kita di dunia
tahun2 yang indah dalam masa kecil dan remaja kami
engkau kami simpan dalam hati terdalam,
teladan kami, ayahanda tercinta
semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surga
semoga Allah mempertemukan kita kembali di sana.
Amin
Ucapan terimakasih selanjutnya aku sampaikan untuk papaku. Ayahanda yang kini berbaring tenang di sisi Nya.
Terimakasih Papa,
karena telah memutuskan menjadi pendamping ibunda sepanjang hayatmu
cinta kalian, melahirkan kami dalam buaian kasih sayang
Terimakasih Papa,
karena telah berjuang menghidupi kami, berkarya sepanjang usiamu,
berjasa pada orang2 yang kau temui.
Terimakasih Papa,
karena ketegasanmu membentuk kekuatan karakter positif kami
keteguhanmu akan tegaknya kejujuran, dan idealisme mu
mendahulukan yang seharusnya, membuat kami malu berbuat dzolim
Terimakasih Papa,
karena telah melimpahkan upayamu untuk membahagiakan kami
menyingkirkan ego-mu untuk sekedar menyenangkan diri sendiri
Yang termanis, papa
terimakasih telah mengukir kisah emas dalam sekejap kebersamaan kita di dunia
tahun2 yang indah dalam masa kecil dan remaja kami
engkau kami simpan dalam hati terdalam,
teladan kami, ayahanda tercinta
semoga Allah melapangkan jalanmu menuju surga
semoga Allah mempertemukan kita kembali di sana.
Amin
Malam ini_110512
Udara panas menyelimuti. Nyamuk mengunjungi. Monitor kedip2 sendiri. Mata minta berhenti. Jari terus menari. Demi siapa? Demi mereka penggunjing sejati? Bukan. Ini demi menghindari penyesalan menenggelamkan diri. Demi melahirkan semangat perbaikan mewujudkan mimpi. Demi nama seharum kasturi, saat waktunya berhenti dari semua hal duniawi, alias mati.
dedicated to : Isal my friend. Thanks for reminding me to produce something using my right brain. Even I don't choose which brain to used to make this. =)
dedicated to : Isal my friend. Thanks for reminding me to produce something using my right brain. Even I don't choose which brain to used to make this. =)
Masa Lalu
Masa kini, adalah nama agar ada yang disebut masa lalu
Masa depan, adalah nama agar ada yang disebut masa kini
Berkali2 kulalui masa lalu, masa kini, masa depan
Tak pernah kurindukan masa lalu serindu diriku malam ini
Apa karena diri ini sudah begitu renta?
Apa karena diri ini tak pernah merenung sebelumnya?
Apa ya?
Begitu rindu hingga kubuka album2 itu
Kurasakan kembali gelora muda yg begitu antusias menjalani hari
Kurasakan kembali persahabatan yg penuh kasih sayang, dan kepedulian
Kurasakan kembali hasrat belajar yg menggebu
Kurasakan kembali kebebasan terbatas yang membahagiakan
Hai masa lalu.
Dosakah jika kurindukan engkau?
Masa depan, adalah nama agar ada yang disebut masa kini
Berkali2 kulalui masa lalu, masa kini, masa depan
Tak pernah kurindukan masa lalu serindu diriku malam ini
Apa karena diri ini sudah begitu renta?
Apa karena diri ini tak pernah merenung sebelumnya?
Apa ya?
Begitu rindu hingga kubuka album2 itu
Kurasakan kembali gelora muda yg begitu antusias menjalani hari
Kurasakan kembali persahabatan yg penuh kasih sayang, dan kepedulian
Kurasakan kembali hasrat belajar yg menggebu
Kurasakan kembali kebebasan terbatas yang membahagiakan
Hai masa lalu.
Dosakah jika kurindukan engkau?
Setiap
Setiap kubuka mata, lelapmu menjadi pandangan pertamaku
Setiap kulangkahkan kakiku pergi, tangismu menemani perjalananku
Setiap kukembali, tawamu menghapuskan sejuta penat di bahuku
Setiap kututup mata, senyummu menghiasi mimpiku
dan saat nanti kututup mata yang terakhir kalinya
kuharap engkau pun tetap tersenyum seperti itu
karena senyummu, menentramkan hatiku,
anakku Rakha...
Setiap kulangkahkan kakiku pergi, tangismu menemani perjalananku
Setiap kukembali, tawamu menghapuskan sejuta penat di bahuku
Setiap kututup mata, senyummu menghiasi mimpiku
dan saat nanti kututup mata yang terakhir kalinya
kuharap engkau pun tetap tersenyum seperti itu
karena senyummu, menentramkan hatiku,
anakku Rakha...
Kepada Cinta (katanya)
Dear Cinta,
Aku panggil kau Cinta, karena katanya itulah namamu.
Saat kutanyakan kenapa namamu Cinta, katanya begitulah Cinta dinamai
Saat kutanyakan kapan kau dinamai Cinta, katanya sejak kau hadir di hidupku
Saat kutanyakan kenapa kau hadir di hidupku, katanya karena aku dianugerahi
Saat kutanyakan layakkah aku dianugerahi, katanya karena akulah yg meminta
Saat kutanyakan bagaimana kutahu kaulah jawaban dari permintaanku,
katanya karena hanya Cinta-lah yang datang padaku di saat ku memintanya.
Sampai kini, masih banyak pertanyaan dariku untuk Nya.
Masih banyak yang belum kupahami jawabannya.
Bagaimanapun, harus kupelihara apa yg sudah (katanya) dianugerahi untukku.
Baiklah, karena kalau tidak, mungkin aku jadi durhaka
Karena tak mensyukuri anugerahNya
Walau masih tak kuyakini, benarkah namamu Cinta.
Aku panggil kau Cinta, karena katanya itulah namamu.
Saat kutanyakan kenapa namamu Cinta, katanya begitulah Cinta dinamai
Saat kutanyakan kapan kau dinamai Cinta, katanya sejak kau hadir di hidupku
Saat kutanyakan kenapa kau hadir di hidupku, katanya karena aku dianugerahi
Saat kutanyakan layakkah aku dianugerahi, katanya karena akulah yg meminta
Saat kutanyakan bagaimana kutahu kaulah jawaban dari permintaanku,
katanya karena hanya Cinta-lah yang datang padaku di saat ku memintanya.
Sampai kini, masih banyak pertanyaan dariku untuk Nya.
Masih banyak yang belum kupahami jawabannya.
Bagaimanapun, harus kupelihara apa yg sudah (katanya) dianugerahi untukku.
Baiklah, karena kalau tidak, mungkin aku jadi durhaka
Karena tak mensyukuri anugerahNya
Walau masih tak kuyakini, benarkah namamu Cinta.
Kami Hanya
Kami hanya sekumpulan butir-butir pasir di pantai
Kami hanya setetes embun di dedaunan pagi hari
Kami hanya segumpal awan di langit biru
Kami hanya satu dari sekian ribu
Tapi kami punya hati nurani
Kami punya pikiran sendiri
Kami tahu mana benar, mana yang salah
Kami tak mau tinggal diam
Kami bergerak semampu kami
Sesempit apapun langkah kami
Walau tergerus ombak lautan
Walau teruapkan sinar mentari
Walau terhalang gelap di kala malam
Walau suara kami kecil nyaris tak terdengar
Tapi kami bicara, kami teriak, kami bertindak
Apapun itu, demi tentramnya hati nurani
Secacat apapun itu, kami akan perbaiki
demi bangsa ini, demi bumi pertiwi
dengan cara yang anggun, setahap demi setahap
Tuhan, kuatkan hati nurani kami lebih kuat dari pisau belati !
Kami hanya setetes embun di dedaunan pagi hari
Kami hanya segumpal awan di langit biru
Kami hanya satu dari sekian ribu
Tapi kami punya hati nurani
Kami punya pikiran sendiri
Kami tahu mana benar, mana yang salah
Kami tak mau tinggal diam
Kami bergerak semampu kami
Sesempit apapun langkah kami
Walau tergerus ombak lautan
Walau teruapkan sinar mentari
Walau terhalang gelap di kala malam
Walau suara kami kecil nyaris tak terdengar
Tapi kami bicara, kami teriak, kami bertindak
Apapun itu, demi tentramnya hati nurani
Secacat apapun itu, kami akan perbaiki
demi bangsa ini, demi bumi pertiwi
dengan cara yang anggun, setahap demi setahap
Tuhan, kuatkan hati nurani kami lebih kuat dari pisau belati !
Ramadhan Kita
Semua kita, tahu bahwa Ramadhan menguji kesabaran.
Kesabaran menahan lapar dan haus, itu pasti.
Kesabaran menahan emosi negatif dan berbuat maksiat, itu jelas.
Cukup itukah, kawan?
Wahai para suami,
Sabarlah engkau menghadapi istri2 yang menuntutmu segera pulang
karena di Ramadhan ini ia semangat menyiapkan hidangan istimewa untukmu
Wahai para istri,
Sabarlah engkau jika suamimu pulang terlambat,
karena kemacetan menggila menjelang petang sepulang ia bekerja
Wahai para anak,
Sabarlah engkau jika orangtuamu melarangmu boros,
karena mereka mempersiapkan masa depanmu yang lebih penting
dari sekedar selusin baju lebaran
Wahai para pengendara,
Sabarlah engkau menghadapi padatnya lalu lintas di kala petang,
karena semua orang penuh kasih sayang,
ingin menikmati buka bersama keluarga tercinta
Wahai kawan,
Sesungguhnya Ramadhan mengujikan kita pada kesabaran
atas hal-hal dalam setiap detik kehidupan kita
bukanlah sekedar menahan lapar, dan haus, dan maksiat
karenanya bersabarlah hingga Ramadhan selanjutnya
begitu terus menerus, hingga seolah setiap bulanmu adalah Ramadhanmu.
Amin
Kesabaran menahan lapar dan haus, itu pasti.
Kesabaran menahan emosi negatif dan berbuat maksiat, itu jelas.
Cukup itukah, kawan?
Wahai para suami,
Sabarlah engkau menghadapi istri2 yang menuntutmu segera pulang
karena di Ramadhan ini ia semangat menyiapkan hidangan istimewa untukmu
Wahai para istri,
Sabarlah engkau jika suamimu pulang terlambat,
karena kemacetan menggila menjelang petang sepulang ia bekerja
Wahai para anak,
Sabarlah engkau jika orangtuamu melarangmu boros,
karena mereka mempersiapkan masa depanmu yang lebih penting
dari sekedar selusin baju lebaran
Wahai para pengendara,
Sabarlah engkau menghadapi padatnya lalu lintas di kala petang,
karena semua orang penuh kasih sayang,
ingin menikmati buka bersama keluarga tercinta
Wahai kawan,
Sesungguhnya Ramadhan mengujikan kita pada kesabaran
atas hal-hal dalam setiap detik kehidupan kita
bukanlah sekedar menahan lapar, dan haus, dan maksiat
karenanya bersabarlah hingga Ramadhan selanjutnya
begitu terus menerus, hingga seolah setiap bulanmu adalah Ramadhanmu.
Amin
Minggu, 20 Maret 2011
Ucapan Terimakasih 1
Sejak hari ini, saya akan tuliskan ucapan terimakasih saya pada orang2 yang memberikan efek posiif bagi saya. Mereka begitu penting bagi hidup saya, sehingga saya ingin mengucapkan rasa syukur ini walau hanya dengan meluangkan waktu dan sedikit tenaga untuk menekan tombol2 keyboard.
1. Terimakasih Mamaku,
Karena telah rela mengandungku 9 bulan, padahal lelahmu tak terkira sembari mengasuh 3 kakakku dan melayani ayah yang sibuk bekerja.
Karena telah mendidikku menjadi anak yang selalu mau belajar, haus akan pengetahuan namun fleksibel menjalani hidup dan adaptif pada situasi baru. Engkau pun mengajariku kemajemukan dan ketahanan mental menghadapinya. Engkau tak henti mengurai tawa padaku, walau hatimu berurai air mata.
Karena telah begitu tegar dan berani menjalani hidup setelah papa kembali disisiNya. Engkau ajarkan kami kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan. Engkau ajarkan kami prihatin namun percaya diri dalam segala keterbatasan. Kehidupan masa kecil penuh perjuangan mengajarkan kami untuk tetap rendah hati, karena mengerti perihnya berjuang di kala diri dilimpahi kesulitan.
Karena tetap ceria meski usia menggerogoti fisik dan psikologismu. Engkau senantiasa penuh antusias mengasuh cucumu. Engkau senantiasa sabar mendengarkan curahan hati anakmu. Engkau senantiasa selalu ada saat anakmu membutuhkan, walau kami menghubungimu sekali-sekali saja.
Sungguh tak cukup blog ini menampung rasa terimakasihku padamu, Mama.
Sungguh tak cukup dunia ini menampung rasa kasih sayangmu pada kami, Mama.
Semoga Allah melimpahimu kesehatan, ketentraman batin, kekuatan iman, sepanjang hayat, selamat dunia akhirat. AMIN
1. Terimakasih Mamaku,
Karena telah rela mengandungku 9 bulan, padahal lelahmu tak terkira sembari mengasuh 3 kakakku dan melayani ayah yang sibuk bekerja.
Karena telah mendidikku menjadi anak yang selalu mau belajar, haus akan pengetahuan namun fleksibel menjalani hidup dan adaptif pada situasi baru. Engkau pun mengajariku kemajemukan dan ketahanan mental menghadapinya. Engkau tak henti mengurai tawa padaku, walau hatimu berurai air mata.
Karena telah begitu tegar dan berani menjalani hidup setelah papa kembali disisiNya. Engkau ajarkan kami kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan. Engkau ajarkan kami prihatin namun percaya diri dalam segala keterbatasan. Kehidupan masa kecil penuh perjuangan mengajarkan kami untuk tetap rendah hati, karena mengerti perihnya berjuang di kala diri dilimpahi kesulitan.
Karena tetap ceria meski usia menggerogoti fisik dan psikologismu. Engkau senantiasa penuh antusias mengasuh cucumu. Engkau senantiasa sabar mendengarkan curahan hati anakmu. Engkau senantiasa selalu ada saat anakmu membutuhkan, walau kami menghubungimu sekali-sekali saja.
Sungguh tak cukup blog ini menampung rasa terimakasihku padamu, Mama.
Sungguh tak cukup dunia ini menampung rasa kasih sayangmu pada kami, Mama.
Semoga Allah melimpahimu kesehatan, ketentraman batin, kekuatan iman, sepanjang hayat, selamat dunia akhirat. AMIN
Outbond
Dapet amanah ngurusin bagian dari Raker, yi Outbond Training.
Ikut outbond sih sudah beberapa kali, tapi ini justru pertama kalinya diadakan di Unit tempat saya kerja.
Rencananya kami akan outbond di suatu outbond location di Bogor. Disana lengkap dengan fasilitas dan trainernya. Tapi, saya agak dibuat bingung dengan fokus apa yang akan dituju dalam outbond kami ini. Mengingat, unit kami diisi berbagai karakter, pengetahuan, dan usia pegawainya. Jadi, untuk merumuskan apa-apa saja yang ingin dicapai dari outbond nanti, saya coba baca2 info ttg outbond.
Yah, itung2 bikin catatan sebelum besok meeting dengan trainernya, dan lapor ke bos. hehe. Blog-ku bisa menjadi apa saja fungsinya bagiku. catatan meetingku pun jadi ! hehe
Ngutip dari : http://kamissore.blogspot.com/2009/07/materi-yang-ada-dalam-outbound.html
OUTBOND TRAINING
Maksud dan Tujuan
Mengasah sifat-sifat baik dari masing-masing pribadi sehingga lebih mengenal diri sendiri yang dengan demikian dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dia berada.
* Dengan berada di alam bebas, diharapkan peserta management outbound dapat melupakan sejenak ketegangan yang disebabkan oleh rutinitas kesehariaannya sehingga peserta permainan outbound dapat lebih segar ketika kembali dalam aktivitasnya.
* Meningkatkan rasa kebersamaan dalam lingkup team outbound training maupun masyarakat.
* Menggali potensi individu agar dapat mengembangkan kemampuan pribadinya melalui tantangan-tantangan mental dan fisik saat outbound, sehingga selalu lebih siap untuk menghadapi apapun tantangan yang akan dihadapi.
MATERI PELATIHAN (Outbond Management Training)
1. Ice Breaking
Memecahkan suasana yang kaku, dalam session ini para peserta management outbound diharapkan lebih mengenal antara peserta permainan outbound satu dengan yang lainnya.
2. Communication
Peserta outbound training akan dikondisikan dalam situasi permainan-permainan yang menarik, tidak membosankan. Berkomunikasi, membangkitkan rasa percaya terhadap rekan dalam kelompoknya.
3. Team Building
Peserta outbound diarahkan menjadi “Team Player’ yang handal. Saling mendukung, kerjasama, pentingnya komunikasi dan membangun suatu tim yang kompak adalah tujuan dari pelatihan ini.
4. Problem Solving
Peserta mampu mengenali masalah yang ada serta prioritas penyelesaiannya, serta mampu memilih informasi yang relevan dan membuat analisis serta keputusan untuk menemukan sebab timbulnya persoalan secara lebih terarah.
5. Competition Games
Menjadi pemenang diantara pesain-pesaing (kelompok lain), dengan mengatur strategi dan mengoptimalkan segala kemampuan baik individu maupun kemampuan kelompok
PESERTA PELATIHAN
Program ini dirancang khusus untuk sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah instansi ( perkantoran, sekolah, organisasi, lembaga sosial maupun masyarakat secara umum).
Ikut outbond sih sudah beberapa kali, tapi ini justru pertama kalinya diadakan di Unit tempat saya kerja.
Rencananya kami akan outbond di suatu outbond location di Bogor. Disana lengkap dengan fasilitas dan trainernya. Tapi, saya agak dibuat bingung dengan fokus apa yang akan dituju dalam outbond kami ini. Mengingat, unit kami diisi berbagai karakter, pengetahuan, dan usia pegawainya. Jadi, untuk merumuskan apa-apa saja yang ingin dicapai dari outbond nanti, saya coba baca2 info ttg outbond.
Yah, itung2 bikin catatan sebelum besok meeting dengan trainernya, dan lapor ke bos. hehe. Blog-ku bisa menjadi apa saja fungsinya bagiku. catatan meetingku pun jadi ! hehe
Ngutip dari : http://kamissore.blogspot.com/2009/07/materi-yang-ada-dalam-outbound.html
OUTBOND TRAINING
Maksud dan Tujuan
Mengasah sifat-sifat baik dari masing-masing pribadi sehingga lebih mengenal diri sendiri yang dengan demikian dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dia berada.
* Dengan berada di alam bebas, diharapkan peserta management outbound dapat melupakan sejenak ketegangan yang disebabkan oleh rutinitas kesehariaannya sehingga peserta permainan outbound dapat lebih segar ketika kembali dalam aktivitasnya.
* Meningkatkan rasa kebersamaan dalam lingkup team outbound training maupun masyarakat.
* Menggali potensi individu agar dapat mengembangkan kemampuan pribadinya melalui tantangan-tantangan mental dan fisik saat outbound, sehingga selalu lebih siap untuk menghadapi apapun tantangan yang akan dihadapi.
MATERI PELATIHAN (Outbond Management Training)
1. Ice Breaking
Memecahkan suasana yang kaku, dalam session ini para peserta management outbound diharapkan lebih mengenal antara peserta permainan outbound satu dengan yang lainnya.
2. Communication
Peserta outbound training akan dikondisikan dalam situasi permainan-permainan yang menarik, tidak membosankan. Berkomunikasi, membangkitkan rasa percaya terhadap rekan dalam kelompoknya.
3. Team Building
Peserta outbound diarahkan menjadi “Team Player’ yang handal. Saling mendukung, kerjasama, pentingnya komunikasi dan membangun suatu tim yang kompak adalah tujuan dari pelatihan ini.
4. Problem Solving
Peserta mampu mengenali masalah yang ada serta prioritas penyelesaiannya, serta mampu memilih informasi yang relevan dan membuat analisis serta keputusan untuk menemukan sebab timbulnya persoalan secara lebih terarah.
5. Competition Games
Menjadi pemenang diantara pesain-pesaing (kelompok lain), dengan mengatur strategi dan mengoptimalkan segala kemampuan baik individu maupun kemampuan kelompok
PESERTA PELATIHAN
Program ini dirancang khusus untuk sekelompok orang yang tergabung dalam sebuah instansi ( perkantoran, sekolah, organisasi, lembaga sosial maupun masyarakat secara umum).
Senin, 07 Maret 2011
About #You
Hi You,
Thank You for your existence in my life
Those years sad ended, but then now continue better.
I am sorry for all my mistakes.
I am sorry for not fighting and struggling to keep us together.
But God's help us. Yes I think God send You to me (again).
Because having You in my life again,
help me to be stronger, to be wiser, to be calm
in facing this hard life.
I am sorry for entering your life again, but
I am not trying to ruin your life, for the second time.
I just realize, that I still need You (may be forever).
Even you are not need me as much as I need You.
I believe this gonna run well.
I still believe that I am strong enough to keep this in the line.
May be I am a betrayal, but is it bad if having You again makes me
be a better person?
Thank You, Thanks God, I Found You (again).
Thank You for your existence in my life
Those years sad ended, but then now continue better.
I am sorry for all my mistakes.
I am sorry for not fighting and struggling to keep us together.
But God's help us. Yes I think God send You to me (again).
Because having You in my life again,
help me to be stronger, to be wiser, to be calm
in facing this hard life.
I am sorry for entering your life again, but
I am not trying to ruin your life, for the second time.
I just realize, that I still need You (may be forever).
Even you are not need me as much as I need You.
I believe this gonna run well.
I still believe that I am strong enough to keep this in the line.
May be I am a betrayal, but is it bad if having You again makes me
be a better person?
Thank You, Thanks God, I Found You (again).
Hunting the Professor
Saya menulis ini, coba2 meniru orang2 lain yang juga pernah menuliskan kisah perjuangannya untuk studi lanjut terutama di luar negri.
Saya sok aja nih, nulis2 apa progress yang sudah saya lakukan untuk mencapai itu.
Walaupun, sadar betul, prosentase gagal itu besar untuk saya. Bukan hanya prosentase gagal tidak diterima, tapi juga prosentase gagal melanjutkan perjuangan.
Yah, whatever. Adanya blog membuat orang menulis suka2 dia kan?
Selama tulisan saya tidak berunsur kriminal, atau SARA, saya coba saja tuliskan.
Jika suatu hari Anda sudah tahu hasil perjuangan saya, silakan berkomentar suka2 Anda.
Sedikit demi sedikit saya mempelajari, bahwa studi lanjut di LN itu porsi terbesar keberhasilannya adalah diterimanya kita untuk menjadi mahasiswa oleh seorang Prof di sana. Yah entah analisa ini benar atau salah. Selain itu, porsi besar lainnya adalah bahasa asing. Kalau di hasil tes sudah berhasil, saya harus buktikan hasil tes itu benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dua hal itu PR besar bagi saya. Yang pertama yang sedang saya lakukan.
Itupun, di selang2 waktu kerja, dan ngurus rumah tangga. Sungguh bukan hal yang mudah. Saya seharusnya katanya punya akses yang mudah untuk itu, tapi nyatanya, tidak juga. Harus ada prosedur yang saya lakukan, walaupun ada kemudahan itu, dan itu membuatnya jadi tidak mudah. Selain itu saya berusaha secara barbar, ngontak profesor walau tak pernah kenal sebelumnya.
Fokus saya saat ini masih 2 negara, yi J dan J. J yang pertama yg paling prioritas. Alasannya? yah next time saya jelaskan, kalau saya sudah siap dan berani. Si J yang satu ini, saya punya beberapa channel. Tapi mengumpulkan kepedean untuk menghubungi saja, saya butuh waktu. Menulis emailnya, butuh satu minggu sampai saya yakin itu pantas dikirim. Hahahaha.. payah ya? Jangan ditiru.
Sekarang saya sedang coba cara barbar. Mudah2an ada hasil, padahal waktu mepet sekali, April nanti sudah ada lowongan beasiswa dibuka, dan saya seharusnya sudah berhasil melamar seorang Prof di J1 sana.
Yah doakan ya, sengaja saya tulis disini supaya saya termotivasi terus untuk hunting, sehingga progressnya bisa saya lapor disini. Memutuskan untuk menunjukkan kepada publik bahwa saya sedang memperjuangkan ini saja, bukan hal mudah bagi saya.
Hmm.. kebanyakan "hal yang tidak mudah" ya, di hidup saya?
Semoga Tuhan tidak berhenti memberi saya amunisi yang cukup untuk saya berperang di medan kehidupan ini. Perang melawan keburukan, dan keengganan untuk berlaku baik. Amin
Saya sok aja nih, nulis2 apa progress yang sudah saya lakukan untuk mencapai itu.
Walaupun, sadar betul, prosentase gagal itu besar untuk saya. Bukan hanya prosentase gagal tidak diterima, tapi juga prosentase gagal melanjutkan perjuangan.
Yah, whatever. Adanya blog membuat orang menulis suka2 dia kan?
Selama tulisan saya tidak berunsur kriminal, atau SARA, saya coba saja tuliskan.
Jika suatu hari Anda sudah tahu hasil perjuangan saya, silakan berkomentar suka2 Anda.
Sedikit demi sedikit saya mempelajari, bahwa studi lanjut di LN itu porsi terbesar keberhasilannya adalah diterimanya kita untuk menjadi mahasiswa oleh seorang Prof di sana. Yah entah analisa ini benar atau salah. Selain itu, porsi besar lainnya adalah bahasa asing. Kalau di hasil tes sudah berhasil, saya harus buktikan hasil tes itu benar adanya dan dapat dipertanggungjawabkan.
Dua hal itu PR besar bagi saya. Yang pertama yang sedang saya lakukan.
Itupun, di selang2 waktu kerja, dan ngurus rumah tangga. Sungguh bukan hal yang mudah. Saya seharusnya katanya punya akses yang mudah untuk itu, tapi nyatanya, tidak juga. Harus ada prosedur yang saya lakukan, walaupun ada kemudahan itu, dan itu membuatnya jadi tidak mudah. Selain itu saya berusaha secara barbar, ngontak profesor walau tak pernah kenal sebelumnya.
Fokus saya saat ini masih 2 negara, yi J dan J. J yang pertama yg paling prioritas. Alasannya? yah next time saya jelaskan, kalau saya sudah siap dan berani. Si J yang satu ini, saya punya beberapa channel. Tapi mengumpulkan kepedean untuk menghubungi saja, saya butuh waktu. Menulis emailnya, butuh satu minggu sampai saya yakin itu pantas dikirim. Hahahaha.. payah ya? Jangan ditiru.
Sekarang saya sedang coba cara barbar. Mudah2an ada hasil, padahal waktu mepet sekali, April nanti sudah ada lowongan beasiswa dibuka, dan saya seharusnya sudah berhasil melamar seorang Prof di J1 sana.
Yah doakan ya, sengaja saya tulis disini supaya saya termotivasi terus untuk hunting, sehingga progressnya bisa saya lapor disini. Memutuskan untuk menunjukkan kepada publik bahwa saya sedang memperjuangkan ini saja, bukan hal mudah bagi saya.
Hmm.. kebanyakan "hal yang tidak mudah" ya, di hidup saya?
Semoga Tuhan tidak berhenti memberi saya amunisi yang cukup untuk saya berperang di medan kehidupan ini. Perang melawan keburukan, dan keengganan untuk berlaku baik. Amin
My Lenovo
Senin malam, 7 Maret 2011, jam 11.
Seperti biasa hampir setiap malam, saya menatap layar Lenovo saya yg sudah butek.
Lenovo inilah yang menemani hari2 saya bekerja, menulis, facebookan, dan kerjaan2 online lainnya.
Lenovo ini saksi bisu apa yang saya kerjakan di dunia online.
Seringkali dia senang kalau saya menggunakannya untuk belajar atau menyelesaikan PR dari kantor. Tapi dia sering jengkel kalau saya malah chatting atau tenggelam dalam Facebook.
Lenovo ini juga sudah sering saya marahi. Saya otak-atik supaya kinerja nya cepat. Padahal mungkin dia lagi bete aja, karena tombol keyboardnya dicungkil2 Rakha, dan layar LCD nya kedap kedip bikin sakit mata.
Lenovo ini sudah pernah ketumpahan susu Rakha, ketumpahan nasi, air putih dan lain2nya yang sering kami santap sambil menggerayangi tubuhnya.
Lenovo ini sudah menemani saya ke berbagai tempat di Indonesia, bahkan ke pelosok desa di Sumatera Utara. Selama 8 hari di perjalanan, dia saya dekam di dalam ransel, yang diombang ambing di dalam panther, yang saya pakai untuk menjelajah kampung halaman saya itu. Sudah pernah mencapai lokasi 15 jam dari kota Medan, sudah pernah mencapai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan juga sudah pernah ia kunjungi. Ia sering protes karena lelah dengan perjalanan. Tapi ia malah sering saya caci maki saat wifi nya ngadat padahal saya darurat kirim laporan dari pulau non jawa itu.
Lenovo ini belum saya partisi, sampai detik ini. Padahal tiap hari saya was2 takut data di C itu hilang begitu saja saat dia sakit parah. Malam ini, proses partisi saya tunda karena gemas dengan file2 usang yang tak dipakai. Jadinya waktu saya habis hanya untuk singkirkan file2 itu.
Kenapa ya, malam ini saya malah menulis tentang Lenovo saya?
Entahlah, yg pasti saya ingin tetap melahirkan karya untuk saya pajang di blog ini.
Menarik atau tidak, saya tak terlalu peduli.
Lenovo ini sebenarnya baik sekali. Tapi saya jenuh lihat bodinya yg sudah usang, lihat tombolnya yang belepotan selotip, dengar suara kreket kretek saat saya buka layarnya. Bete dengan kinerjanya yg sering lemot yg entah kenapa. Padahal mungkin salah saya sendiri yang merawatnya dengan asal2an. Membawanya ke medan perang, tanpa melindunginya dengan baik. Saya simpan begitu saja dalam ransel, tanpa penyangga atau softcase sekalipun.
Lenovo ini mungkin bukti Kekerasan Terhadap Laptop Pribadi (KTLP), dan saya pelakunya. Ini bentuk kekurangajaran saya yang tidak bersyukur, yang menghujat sesuatu karena keburukannya, padahal sayalah pencipta keburukan itu. Saat dia sudah usang, kumal, lecek, dan butek, saya berhasrat sekali mengganti ia dengan yang lain. Padahal dulu di awal saya begitu menginginkannya.
Semoga saya ngga kena hukum karma.
Lenovo, Love Novi ya.
Seperti biasa hampir setiap malam, saya menatap layar Lenovo saya yg sudah butek.
Lenovo inilah yang menemani hari2 saya bekerja, menulis, facebookan, dan kerjaan2 online lainnya.
Lenovo ini saksi bisu apa yang saya kerjakan di dunia online.
Seringkali dia senang kalau saya menggunakannya untuk belajar atau menyelesaikan PR dari kantor. Tapi dia sering jengkel kalau saya malah chatting atau tenggelam dalam Facebook.
Lenovo ini juga sudah sering saya marahi. Saya otak-atik supaya kinerja nya cepat. Padahal mungkin dia lagi bete aja, karena tombol keyboardnya dicungkil2 Rakha, dan layar LCD nya kedap kedip bikin sakit mata.
Lenovo ini sudah pernah ketumpahan susu Rakha, ketumpahan nasi, air putih dan lain2nya yang sering kami santap sambil menggerayangi tubuhnya.
Lenovo ini sudah menemani saya ke berbagai tempat di Indonesia, bahkan ke pelosok desa di Sumatera Utara. Selama 8 hari di perjalanan, dia saya dekam di dalam ransel, yang diombang ambing di dalam panther, yang saya pakai untuk menjelajah kampung halaman saya itu. Sudah pernah mencapai lokasi 15 jam dari kota Medan, sudah pernah mencapai Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan. Sulawesi Selatan juga sudah pernah ia kunjungi. Ia sering protes karena lelah dengan perjalanan. Tapi ia malah sering saya caci maki saat wifi nya ngadat padahal saya darurat kirim laporan dari pulau non jawa itu.
Lenovo ini belum saya partisi, sampai detik ini. Padahal tiap hari saya was2 takut data di C itu hilang begitu saja saat dia sakit parah. Malam ini, proses partisi saya tunda karena gemas dengan file2 usang yang tak dipakai. Jadinya waktu saya habis hanya untuk singkirkan file2 itu.
Kenapa ya, malam ini saya malah menulis tentang Lenovo saya?
Entahlah, yg pasti saya ingin tetap melahirkan karya untuk saya pajang di blog ini.
Menarik atau tidak, saya tak terlalu peduli.
Lenovo ini sebenarnya baik sekali. Tapi saya jenuh lihat bodinya yg sudah usang, lihat tombolnya yang belepotan selotip, dengar suara kreket kretek saat saya buka layarnya. Bete dengan kinerjanya yg sering lemot yg entah kenapa. Padahal mungkin salah saya sendiri yang merawatnya dengan asal2an. Membawanya ke medan perang, tanpa melindunginya dengan baik. Saya simpan begitu saja dalam ransel, tanpa penyangga atau softcase sekalipun.
Lenovo ini mungkin bukti Kekerasan Terhadap Laptop Pribadi (KTLP), dan saya pelakunya. Ini bentuk kekurangajaran saya yang tidak bersyukur, yang menghujat sesuatu karena keburukannya, padahal sayalah pencipta keburukan itu. Saat dia sudah usang, kumal, lecek, dan butek, saya berhasrat sekali mengganti ia dengan yang lain. Padahal dulu di awal saya begitu menginginkannya.
Semoga saya ngga kena hukum karma.
Lenovo, Love Novi ya.
Sabtu, 05 Maret 2011
My SO Topics 1 - Biogas
Topik pilihan pertama saya untuk SO (Study Objective) saya
adalah Biogas.
Kenapa Biogas? Karena ini kerjaan saya selama ini selain kerjaan lainnya.
Tapi saya akui, saya belum mendalami ilmu ini sepenuhnya.
Masih odong-odong. Kalau gamau dibilang abal-abal.
Saya menduga, dengan studi di topik yg saya kerjaan
akan membantu sy lebih mudah mendalami dan aplikasi nantinya.
Dengan catatan, kerjaan itu masih ada.
Dengan catatan, adanya kerjaan itu masih membutuhkan saya.
Tugas saya untuk menemukan apakah si Biogas ini (atau yg lainnya) adalah Topik yang berjodoh dengan SO saya, saya harus melakukan :
1. Mengetahui status teknologi ini saat ini di dunia
2. Mengetahui status teknologi ini spesifik di Indonesia
3. Menemukan bagian mana yang bisa saya improve dengan ide orisinil saya
4. Menemukan "passion" saya untuk studi di bidang tsb (lha.. selama ini kerja, passionnya kemana buu???)
5. Menemukan sang Prof dan Kampus yang masih mengembangkan dan paling update ttg topik tsb.
Nah.. saya baru masuk tahap 1 (*tepok jidat)
Dan saya baru tahu kalau di Jepang, biogas sudah dikemas dalam tabung, dan berhasil.
Saya juga kagum dengan konsep menukar limbah dengan uang untuk masyarakat yg provide.
Ide bagus untuk mengganti subsidi BBM di Indonesia
atau sumbangan (apa tuh namanya lupa) yg dibagi tiap 3 bulan atau tiap bulan gitu, ke Rakyat Tidak+Kurang Mampu.
Here's the statement :
You can click http://www.japanfs.org/en/pages/026043.html for the full version.
Ok, lanjutkan ngump info u SO, SO, SO...
adalah Biogas.
Kenapa Biogas? Karena ini kerjaan saya selama ini selain kerjaan lainnya.
Tapi saya akui, saya belum mendalami ilmu ini sepenuhnya.
Masih odong-odong. Kalau gamau dibilang abal-abal.
Saya menduga, dengan studi di topik yg saya kerjaan
akan membantu sy lebih mudah mendalami dan aplikasi nantinya.
Dengan catatan, kerjaan itu masih ada.
Dengan catatan, adanya kerjaan itu masih membutuhkan saya.
Tugas saya untuk menemukan apakah si Biogas ini (atau yg lainnya) adalah Topik yang berjodoh dengan SO saya, saya harus melakukan :
1. Mengetahui status teknologi ini saat ini di dunia
2. Mengetahui status teknologi ini spesifik di Indonesia
3. Menemukan bagian mana yang bisa saya improve dengan ide orisinil saya
4. Menemukan "passion" saya untuk studi di bidang tsb (lha.. selama ini kerja, passionnya kemana buu???)
5. Menemukan sang Prof dan Kampus yang masih mengembangkan dan paling update ttg topik tsb.
Nah.. saya baru masuk tahap 1 (*tepok jidat)
Dan saya baru tahu kalau di Jepang, biogas sudah dikemas dalam tabung, dan berhasil.
Saya juga kagum dengan konsep menukar limbah dengan uang untuk masyarakat yg provide.
Ide bagus untuk mengganti subsidi BBM di Indonesia
atau sumbangan (apa tuh namanya lupa) yg dibagi tiap 3 bulan atau tiap bulan gitu, ke Rakyat Tidak+Kurang Mampu.
Here's the statement :
Households that provide their food waste receive a form of community money named "Namagomi Coupons" (in English, "Organic Waste Coupons"), which can be exchanged for local vegetables at a vegetable market held twice a year. Farmers who accept the coupons can later exchange them with the town's government for the equivalent amount of conventional money.
You can click http://www.japanfs.org/en/pages/026043.html for the full version.
Ok, lanjutkan ngump info u SO, SO, SO...
Creating my Study Objective
Pengennya mengawali dulu posting ini dengan kisah tentang
"Kenapa saya harus studi lanjut?"
Tapi kayaknya kelamaan.
Sebaiknya saya manfaatkan kegilaan saya menulis, untuk tujuan mulia yang satu ini.
Daripada habis waktu saya untuk nulis puisi yang sebenarnya curhatan
yang terpendam dalam, terkubur lama, tenggelam hanyut, tertiup angin,
karam di dasar laut, lalu terjebak di Segitiga Bermuda. halah..
PEER saya hari ini, yang membuat saya harus bangun dan terkoneksi
dengan GOOGLE adalah menciptakan STUDY OBJECTIVE saya,
sebagai syarat agar saya diterima seorang Profesor di negri lain selain Indonesia dan Malaysia, (kenapa dgn Malaysia ya?)
untuk menjadi mahasiswanya. Dan untuk dianggap layak mendapat beasiswa. Dan untuk
dapat ilmu di univ/kampus mereka.
Saya sadar SO ini bagian tersulit bagi saya. Selain kemampuan berbahasa asing.
Padahal 2 itu modal utama. Gimana sih? Payah kah?
Untuk mempertahankan saya agar konsisten menyusun SO,
saya akan posting perkembangannya disini.
OOoowww kalau gitu..
Ada banyak sekali yg harus saya posting
Karena saya butuh tools untuk tetap konsisten di banyak hal
Wow, seharusnya postingan saya akan banyakk sekaliii..
Yah semoga jadi penyemangat saya untuk menunjukkan progress saya pada dunia
Thanks to internet. Dari mulai FB, lalu Blog, jadi sarana orang
untuk lapor progress, dan semangat mewujudkan impian yg pernah ia tulis.
Seperti pada blog seseorang dan banyak orang yg membuktikan, wishlistnya, satu persatu
jadi kenyataan.
Thanks to them.
"Kenapa saya harus studi lanjut?"
Tapi kayaknya kelamaan.
Sebaiknya saya manfaatkan kegilaan saya menulis, untuk tujuan mulia yang satu ini.
Daripada habis waktu saya untuk nulis puisi yang sebenarnya curhatan
yang terpendam dalam, terkubur lama, tenggelam hanyut, tertiup angin,
karam di dasar laut, lalu terjebak di Segitiga Bermuda. halah..
PEER saya hari ini, yang membuat saya harus bangun dan terkoneksi
dengan GOOGLE adalah menciptakan STUDY OBJECTIVE saya,
sebagai syarat agar saya diterima seorang Profesor di negri lain selain Indonesia dan Malaysia, (kenapa dgn Malaysia ya?)
untuk menjadi mahasiswanya. Dan untuk dianggap layak mendapat beasiswa. Dan untuk
dapat ilmu di univ/kampus mereka.
Saya sadar SO ini bagian tersulit bagi saya. Selain kemampuan berbahasa asing.
Padahal 2 itu modal utama. Gimana sih? Payah kah?
Untuk mempertahankan saya agar konsisten menyusun SO,
saya akan posting perkembangannya disini.
OOoowww kalau gitu..
Ada banyak sekali yg harus saya posting
Karena saya butuh tools untuk tetap konsisten di banyak hal
Wow, seharusnya postingan saya akan banyakk sekaliii..
Yah semoga jadi penyemangat saya untuk menunjukkan progress saya pada dunia
Thanks to internet. Dari mulai FB, lalu Blog, jadi sarana orang
untuk lapor progress, dan semangat mewujudkan impian yg pernah ia tulis.
Seperti pada blog seseorang dan banyak orang yg membuktikan, wishlistnya, satu persatu
jadi kenyataan.
Thanks to them.
Who Are You Now, Actually?
Who are you know, actually?
Please introduce yourself.
Because I can't recognize you.
Even I feel may be I've seen that face before.
Please explain me something about you.
It feels that many years ago I've known you.
They called you, love.
But now I can't believe that you are.
Oh I hate to write about this.
I hate world know about this.
but I need you to know about this.
and you never heard me.
Even I talked right to your ear, you never heard me.
Please give me details of your identity.
So I can recognize you, and say hello
If one days I met you again.
If.
Please introduce yourself.
Because I can't recognize you.
Even I feel may be I've seen that face before.
Please explain me something about you.
It feels that many years ago I've known you.
They called you, love.
But now I can't believe that you are.
Oh I hate to write about this.
I hate world know about this.
but I need you to know about this.
and you never heard me.
Even I talked right to your ear, you never heard me.
Please give me details of your identity.
So I can recognize you, and say hello
If one days I met you again.
If.
My Life Nowadays
Saturday Night, March 5th, 2011
Membaca kembali tulisan2ku di blog ini
beberapa tahun yang lalu
Saya temukan tulisan kekacauan diri saya dalam menemukan jatidiri dan konsep hidup
Tulisan seperti itu tidak akan muncul lagi dari saya
Saya sudah menemukannya
Yang sedang saya lakukan sekarang adalah
menjalani semua hal dalam hidup saya sebaik2nya
supaya saya puas dan tidak menyesal
intinya hanya itu, ya hanya itu
penyesalan adalah hal yang saya benci
menyadari kesalahan itu beda dengan penyesalan
penyesalan bagi saya menyesakkan karena mengganggu pikiran
karena seringkali penyesalan itu adalah wujud nyata
dari keraguan saya mengambil keputusan sesuai hati saya
penyesalan bagi saya artinya saya tahu seharusnya saya bisa melakukannya dengan benar atau setidaknya lebih baik
tapi si penyesalan datang saat saya menepis hati saya dalam mengambil pilihan
menyesallah saya, saat saya sadar, saya kurang berani mengikuti hati saya
itulah penyesalan
semoga berhenti dia datang ke hidup saya
Amin
Membaca kembali tulisan2ku di blog ini
beberapa tahun yang lalu
Saya temukan tulisan kekacauan diri saya dalam menemukan jatidiri dan konsep hidup
Tulisan seperti itu tidak akan muncul lagi dari saya
Saya sudah menemukannya
Yang sedang saya lakukan sekarang adalah
menjalani semua hal dalam hidup saya sebaik2nya
supaya saya puas dan tidak menyesal
intinya hanya itu, ya hanya itu
penyesalan adalah hal yang saya benci
menyadari kesalahan itu beda dengan penyesalan
penyesalan bagi saya menyesakkan karena mengganggu pikiran
karena seringkali penyesalan itu adalah wujud nyata
dari keraguan saya mengambil keputusan sesuai hati saya
penyesalan bagi saya artinya saya tahu seharusnya saya bisa melakukannya dengan benar atau setidaknya lebih baik
tapi si penyesalan datang saat saya menepis hati saya dalam mengambil pilihan
menyesallah saya, saat saya sadar, saya kurang berani mengikuti hati saya
itulah penyesalan
semoga berhenti dia datang ke hidup saya
Amin
Posting Pertama 2011
OMG
Oh My God...
Posting terakhir saya di blog ini adalah th 2009.
Artinya selama 1 tahun 2010, tidak ada satu tulisan pun yang saya lahirkan
Artinya, saya tidak punya atau tidak sengaja sisihkan
waktu untuk saya melakukan hobi
Dan, Life without having time to do hobbies, is SUCKS !!
Saya akan akhiri hidup seperti itu mulai dari sekarang
Beberapa waktu lalu, saya juga sudah mulai sadar
dan melahirkan tulisan2 saya di FB saya.
Yah, apapun dimanapun, saya harus berikan diri saya
sebagian waktu untuk diri saya sendiri.
Terimakasih pada yang mengingatkan.
Oh My God...
Posting terakhir saya di blog ini adalah th 2009.
Artinya selama 1 tahun 2010, tidak ada satu tulisan pun yang saya lahirkan
Artinya, saya tidak punya atau tidak sengaja sisihkan
waktu untuk saya melakukan hobi
Dan, Life without having time to do hobbies, is SUCKS !!
Saya akan akhiri hidup seperti itu mulai dari sekarang
Beberapa waktu lalu, saya juga sudah mulai sadar
dan melahirkan tulisan2 saya di FB saya.
Yah, apapun dimanapun, saya harus berikan diri saya
sebagian waktu untuk diri saya sendiri.
Terimakasih pada yang mengingatkan.
Rabu, 07 Januari 2009
Decil (lagi)
Hari Minggu lalu, periksa Decil ke RS Satyanegara, Sunter. Soalnya lagi nginep di kosan A Yogi, nganterin "beliau", silaturahmi ke keluarga calon istri. heuheu.. he's going to married.. :)
Dokternya namanya dr Farida. Aku tau dokter ini dari rekomendasi orang2 di internet. Hebat juga dokter ini, katanya dia ngga pernah cek di internet, tapi ada puluhan orang yg rekomendasi dia via blog, milist, dll. Orangnya cantik, ramah banget, kocak, ceria, dan mau bagi2 ilmu. Dia malah kasih kartu nama dan otomatis dia bersedia dihubungi by hp, kapan saja.
Dia cerita banyak ditawari RS2 swasta lain untuk praktek di tempat mereka, tapi dia menolak. Apalagi RS bersalin. Karena bagi dia, ngga istimewa kalo dia banyak pasien tapi di RS bersalin. Karena RS seperti itu ya tempatnya orang2 mau melahirkan. Tapi kalo dia praktek di RS swasta yg tergolong biasa2 saja, dan bukan khusus untuk bersalin, tapi pasiennya banyak, berarti dia luar biasa. Dan memang aku & suamiku akui, dia Dokter yg luar biasa.
Seandainya aku melahirkan di Jkt, aku mau melakhirkan sama dia, atau dia praktek di Bandung. Tapi impossible,.. Katanya kalo membantu orang melahirkan, dia santai banget, sampai2 sang ibu ngga sadar bahwa bayinya sudah mbrojol. hehe. Berlebihan sih mungkin..
Ah, semoga di Bandung nemu dokter seperti ini. Mungkin tanya dr Farida juga, rekomendasi dokter di bandung/cimahi. Lagi mulai hunting RS tempat melahirkan Decil nanti nih.. Banyak banget poin yg jadi pertimbangan.. Karena kalo ngga teliti, bisa menyesall....
Ya Allah, bantulah hambaMu ini.
Dokternya namanya dr Farida. Aku tau dokter ini dari rekomendasi orang2 di internet. Hebat juga dokter ini, katanya dia ngga pernah cek di internet, tapi ada puluhan orang yg rekomendasi dia via blog, milist, dll. Orangnya cantik, ramah banget, kocak, ceria, dan mau bagi2 ilmu. Dia malah kasih kartu nama dan otomatis dia bersedia dihubungi by hp, kapan saja.
Dia cerita banyak ditawari RS2 swasta lain untuk praktek di tempat mereka, tapi dia menolak. Apalagi RS bersalin. Karena bagi dia, ngga istimewa kalo dia banyak pasien tapi di RS bersalin. Karena RS seperti itu ya tempatnya orang2 mau melahirkan. Tapi kalo dia praktek di RS swasta yg tergolong biasa2 saja, dan bukan khusus untuk bersalin, tapi pasiennya banyak, berarti dia luar biasa. Dan memang aku & suamiku akui, dia Dokter yg luar biasa.
Seandainya aku melahirkan di Jkt, aku mau melakhirkan sama dia, atau dia praktek di Bandung. Tapi impossible,.. Katanya kalo membantu orang melahirkan, dia santai banget, sampai2 sang ibu ngga sadar bahwa bayinya sudah mbrojol. hehe. Berlebihan sih mungkin..
Ah, semoga di Bandung nemu dokter seperti ini. Mungkin tanya dr Farida juga, rekomendasi dokter di bandung/cimahi. Lagi mulai hunting RS tempat melahirkan Decil nanti nih.. Banyak banget poin yg jadi pertimbangan.. Karena kalo ngga teliti, bisa menyesall....
Ya Allah, bantulah hambaMu ini.
Sabtu, 13 Desember 2008
Mario Teguh is a moslem ?
Awalnya ngga sengaja, nonton Business Art with Mario Teguh di O Channel. Lama2, kecanduan. Sering saya sebal karena tinggal di Jkt. Dengan segala masalah di dalamnya. Tapi saya sering bersyukur, karena saya tidak bisa menyaksikan Business Art di kota lain. Sejak beliau tampil juga di Metro TV, saya bersyukur, saya bisa nonton acara beliau di kota mana saja.
Satu hal yang membuat saya penasaran, apakah agama yg dianut Mario Teguh ? Is he a moslem ? Karena bahasanya sangat universal, membuat kesan agamanya tidak muncul. Atau bahkan beliau tidak menganut satu agama, tetapi agama universal ? Karena kalau beliau atheis, tidak mungkin. Beliau selalu menyertakan Tuhan, dalam kata2nya.
Penasaran itu akhirnya membuat saya browsing di internet (the easiest way to find an answer). Banyak blog yang menunjukkan artikel yg sama. Artikel yg berisi wawancara Mario Teguh dgn muslim (suatu organisasi, tapi saya lupa namanya). Dalam wawancara itu, jelas terungkap bahwa beliau is a moslem.
Tapi, saya tidak mudah percaya dengan artikel2 macam itu. Sudah sering saya temukan artikel2 bodong, alias bohong. Apalagi melihat namanya "Mario". Nama yang jarang digunakan oleh seorang muslim. Saya penasaran, sambil berharap2 bahwa Yes, He is a moslem.
Kemudian saya buka website www.mtsuperclub.com. Official websitenya pak MT. Setelah melihat beberapa foto, saya temukan foto sapi kurban dari keluarga Pak MT. Bukankah yang berkurban di hari Idul Adha hanya seorang muslim ? Atau beliau non muslim yg hanya ikut2an saja berkurban ? Sejauh ini pencarian saya membawa saya ke arah bahwa MT is a moslem. Tapi, saya masih penasaran. Belum yakin 100%. Saya berkhayal, seandainya bisa bertemu dgn beliau dan menanyakannya langsung..
Pastinya pertanyaan saya tidak hanya itu. Akan ada pertanyaan2 lainnya.. :)
Suatu hari saya akan menemukan jawabannya. Apapun agama beliau,
Mario Teguh memang MANUSIA SUPER.
Satu hal yang membuat saya penasaran, apakah agama yg dianut Mario Teguh ? Is he a moslem ? Karena bahasanya sangat universal, membuat kesan agamanya tidak muncul. Atau bahkan beliau tidak menganut satu agama, tetapi agama universal ? Karena kalau beliau atheis, tidak mungkin. Beliau selalu menyertakan Tuhan, dalam kata2nya.
Penasaran itu akhirnya membuat saya browsing di internet (the easiest way to find an answer). Banyak blog yang menunjukkan artikel yg sama. Artikel yg berisi wawancara Mario Teguh dgn muslim (suatu organisasi, tapi saya lupa namanya). Dalam wawancara itu, jelas terungkap bahwa beliau is a moslem.
Tapi, saya tidak mudah percaya dengan artikel2 macam itu. Sudah sering saya temukan artikel2 bodong, alias bohong. Apalagi melihat namanya "Mario". Nama yang jarang digunakan oleh seorang muslim. Saya penasaran, sambil berharap2 bahwa Yes, He is a moslem.
Kemudian saya buka website www.mtsuperclub.com. Official websitenya pak MT. Setelah melihat beberapa foto, saya temukan foto sapi kurban dari keluarga Pak MT. Bukankah yang berkurban di hari Idul Adha hanya seorang muslim ? Atau beliau non muslim yg hanya ikut2an saja berkurban ? Sejauh ini pencarian saya membawa saya ke arah bahwa MT is a moslem. Tapi, saya masih penasaran. Belum yakin 100%. Saya berkhayal, seandainya bisa bertemu dgn beliau dan menanyakannya langsung..
Pastinya pertanyaan saya tidak hanya itu. Akan ada pertanyaan2 lainnya.. :)
Suatu hari saya akan menemukan jawabannya. Apapun agama beliau,
Mario Teguh memang MANUSIA SUPER.
Kamis, 11 Desember 2008
MOHON BANTUAN UNTUK RAFI (ANAK 4TH, SAKIT RADANG OTAK, KOMA)
Yth. Bpk2, Ibu2, Rekan2, & sahabat2 tercinta..
Semoga selalu dalam keadaan sehat & semakin sukses..
Saya mohon maaf sebelumnya, apabila ada pihak yang kurang berkenan
dengan informasi yg saya sampaikan disini. Mungkin berkesan kurang
pada tempatnya. Sekali lagi saya mohon maaf.. Ini hanya salah satu
upaya saya, untuk membantu orang lain, karena fasilitas ini dapat
menjangkau banyak pihak. Sekali lagi mohon maaf, jika kurang
berkenan..
Email ini bukan fiktif, atau junk email, atau spam, dll. Ini betul2
dari Saya, NOVI SYAFTIKA. Bisa dicek kebenarannya dgn data di bawah
ini.
Beberapa dari rekan2 mungkin sudah terima juga sms dari saya :
"Semoga rekan2 terketuk hatinya, untuk membantu Bang YUNIZAR (Rekan
sekantor suami saya, WAHYU DHARMAWAN) krn anaknya, RAFI (laki2 4th)
sedang terbaring di ICU RS SANTOSA, BANDUNG, krn serangan virus pada
otaknya. Sudah 7 hari, koma. Biaya perawatan mencapai Rp. 4jt/hari"
Saya percaya, banyak dari Bpk2, Ibu2, rekan2 yang tidak mengenal
keluarga yang sedang diberi ujian hidup ini, tetapi barangkali,
Bpk2, Ibu2, & rekan2 ada yang berkenan membantu dlm bentuk dana
untuk membantu biaya perawatan Rafi, bisa transfer ke :
REK MANDIRI : 103 000 4686 735
REK BCA : 0751 406 737
REK BNI : 011 898 4311
semuanya a.n NOVI SYAFTIKA
mohon sertakan keterangan "UNTUK RAFI".
(Apabila perlu no rek. Bank lain, silahkan hub saya)
Mohon sms ke no. 0856-2323-415 atau 021-68-33-34-35 jika sudah
transfer. Mohon sertakan nama, no fax, atau email. InsyaAllah saya
buatkan tanda terima bisa by email atau fax tsb.
Bantuan Bpk, Ibu, & teman2 semua, akan sangat berarti bagi Rafi &
keluarga, sekecil apapun, dan bantuan dalam bentuk lain, bahkan doa
sekalipun, tak ternilai harganya bagi mereka.
Semoga Tuhan membukakan hati Bpk2, Ibu2, & rekan2 semua, dan saya
yakin Tuhan Maha Menepati Janji, untuk membalas kebaikan Anda
semua..
Semoga Tuhan menganugerahkan rezeki yg melimpah untuk Anda semua..
Amin.
Terima Kasih,.. Terima Kasih,.. Terima Kasih,..
Salam Hormat,
Novi Syaftika (Novi/Mpie)
Alumni Biologi Unpad 2002, SMUN1 Tasikmalaya, sekarang karyawan swasta di Jkt. Bisa cek ke
rekan2 SMUN 1 Tasik & Biologi Unpad.
Semoga selalu dalam keadaan sehat & semakin sukses..
Saya mohon maaf sebelumnya, apabila ada pihak yang kurang berkenan
dengan informasi yg saya sampaikan disini. Mungkin berkesan kurang
pada tempatnya. Sekali lagi saya mohon maaf.. Ini hanya salah satu
upaya saya, untuk membantu orang lain, karena fasilitas ini dapat
menjangkau banyak pihak. Sekali lagi mohon maaf, jika kurang
berkenan..
Email ini bukan fiktif, atau junk email, atau spam, dll. Ini betul2
dari Saya, NOVI SYAFTIKA. Bisa dicek kebenarannya dgn data di bawah
ini.
Beberapa dari rekan2 mungkin sudah terima juga sms dari saya :
"Semoga rekan2 terketuk hatinya, untuk membantu Bang YUNIZAR (Rekan
sekantor suami saya, WAHYU DHARMAWAN) krn anaknya, RAFI (laki2 4th)
sedang terbaring di ICU RS SANTOSA, BANDUNG, krn serangan virus pada
otaknya. Sudah 7 hari, koma. Biaya perawatan mencapai Rp. 4jt/hari"
Saya percaya, banyak dari Bpk2, Ibu2, rekan2 yang tidak mengenal
keluarga yang sedang diberi ujian hidup ini, tetapi barangkali,
Bpk2, Ibu2, & rekan2 ada yang berkenan membantu dlm bentuk dana
untuk membantu biaya perawatan Rafi, bisa transfer ke :
REK MANDIRI : 103 000 4686 735
REK BCA : 0751 406 737
REK BNI : 011 898 4311
semuanya a.n NOVI SYAFTIKA
mohon sertakan keterangan "UNTUK RAFI".
(Apabila perlu no rek. Bank lain, silahkan hub saya)
Mohon sms ke no. 0856-2323-415 atau 021-68-33-34-35 jika sudah
transfer. Mohon sertakan nama, no fax, atau email. InsyaAllah saya
buatkan tanda terima bisa by email atau fax tsb.
Bantuan Bpk, Ibu, & teman2 semua, akan sangat berarti bagi Rafi &
keluarga, sekecil apapun, dan bantuan dalam bentuk lain, bahkan doa
sekalipun, tak ternilai harganya bagi mereka.
Semoga Tuhan membukakan hati Bpk2, Ibu2, & rekan2 semua, dan saya
yakin Tuhan Maha Menepati Janji, untuk membalas kebaikan Anda
semua..
Semoga Tuhan menganugerahkan rezeki yg melimpah untuk Anda semua..
Amin.
Terima Kasih,.. Terima Kasih,.. Terima Kasih,..
Salam Hormat,
Novi Syaftika (Novi/Mpie)
Alumni Biologi Unpad 2002, SMUN1 Tasikmalaya, sekarang karyawan swasta di Jkt. Bisa cek ke
rekan2 SMUN 1 Tasik & Biologi Unpad.
Sabtu, 22 November 2008
Alone in Jkt
udah ngetik panjang lebar.. eh, mati lampu warnetnya..
hiks2.. jadi bingung mulai lagi darimana.
intinya, hati lagi gamang, bimbang,..
setiap episode hidupku sering mempertemukanku dengan persimpangan. Sayangnya, tak ada jalan yg sempurna. Masing2 pasti punya kekurangan. Tapi aku juga ngga nyari yg sempurna sih.. minimal sreg, lah..
There's an oportunity comes to my life. In one side, this is a good oportunity, and I have several previllages to achieve it. But in the other side, I still worried of several things that will happened if I take the oportunity. God's never tell me what will happen next. Its a mistery.
Haruskah keukeuh sumeukeuh dengan Impian yang aku dambakan ? kategori2 ideal sebuah pilihan ? atau ambil kesempatan yang ada, dan kuatlah dengan segala konsekuensi di belakangnya ? apakah ini hanya godaan, untuk membuktikan loyalitas aku akan impian yg sebenarnya ? atau justru inilah cara Tuhan mewujudkan impianku yg lainnya? yg pernah terkubur karena tenggelam dalam waktu yg tak kunjung menunjukkan perbedaan ?
Seandainya Tuhan bisa jawab pertanyaanku lewat sms, friendster, atau facebook.. atau kasih comments di blog-ku..
Kini aku jalani saja. Aku jalani daripada aku menyesal sama sekali tidak mengambil kesempatan itu. Gagal atau berhasil, hasilnya sama saja. Aku akan dibingungkan lagi oleh pilihan2 selanjutnya. Setidaknya beberapa orang terdekat mendukungku. Semoga, pilihan mereka benar, dan aku dikuatkan menjalani segala konsekuensinya..
Amin.
hiks2.. jadi bingung mulai lagi darimana.
intinya, hati lagi gamang, bimbang,..
setiap episode hidupku sering mempertemukanku dengan persimpangan. Sayangnya, tak ada jalan yg sempurna. Masing2 pasti punya kekurangan. Tapi aku juga ngga nyari yg sempurna sih.. minimal sreg, lah..
There's an oportunity comes to my life. In one side, this is a good oportunity, and I have several previllages to achieve it. But in the other side, I still worried of several things that will happened if I take the oportunity. God's never tell me what will happen next. Its a mistery.
Haruskah keukeuh sumeukeuh dengan Impian yang aku dambakan ? kategori2 ideal sebuah pilihan ? atau ambil kesempatan yang ada, dan kuatlah dengan segala konsekuensi di belakangnya ? apakah ini hanya godaan, untuk membuktikan loyalitas aku akan impian yg sebenarnya ? atau justru inilah cara Tuhan mewujudkan impianku yg lainnya? yg pernah terkubur karena tenggelam dalam waktu yg tak kunjung menunjukkan perbedaan ?
Seandainya Tuhan bisa jawab pertanyaanku lewat sms, friendster, atau facebook.. atau kasih comments di blog-ku..
Kini aku jalani saja. Aku jalani daripada aku menyesal sama sekali tidak mengambil kesempatan itu. Gagal atau berhasil, hasilnya sama saja. Aku akan dibingungkan lagi oleh pilihan2 selanjutnya. Setidaknya beberapa orang terdekat mendukungku. Semoga, pilihan mereka benar, dan aku dikuatkan menjalani segala konsekuensinya..
Amin.
Jumat, 14 November 2008
nama2 bayi perempuan
Kalo untuk anak perempuan, bisa dilihat disini :
http://www.dzikir.org/b_nama3.htm
Dari sebelum hamil, nama yang muncul dalam pikiran lebih banyak nama perempuan. Kata my hubby, juga feelingnya Decil ini perempuan. Tapi, kasian juga ya, kalo ternyata Decil ini laki2. Mama-nya kesulitan mencari nama laki2. Hehe. Blm ada yg pas. Tapi kalo nama perempuan, banyyaaakkk banget. Sampe kayaknya harus punya banyak anak perempuan, supaya kepake semua. Hehe.
Hanifa : Muslimah yang teguh
Khansa : Pejuang Muslimah
Nisrina : Bunga mawar putih
Arsy : Langit Ketujuh
Mutia : Wanita pertama yang masuk surga
Balqies : Ratu zaman nabi Sulaeman as yang kemudian menjadi istri nabi Sulaeman as.
Bilqies : Suatu perbuatan adil
Kalila : Beloved
Salsabila : Mata air surga
Tapi diantara ini, yg paling aku suka : Hanifa Khansa Kalila (tetep aja banyak :p)
Berarti : Pejuang Muslimah Yang Teguh dan dicintai..
Amin...
http://www.dzikir.org/b_nama3.htm
Dari sebelum hamil, nama yang muncul dalam pikiran lebih banyak nama perempuan. Kata my hubby, juga feelingnya Decil ini perempuan. Tapi, kasian juga ya, kalo ternyata Decil ini laki2. Mama-nya kesulitan mencari nama laki2. Hehe. Blm ada yg pas. Tapi kalo nama perempuan, banyyaaakkk banget. Sampe kayaknya harus punya banyak anak perempuan, supaya kepake semua. Hehe.
Hanifa : Muslimah yang teguh
Khansa : Pejuang Muslimah
Nisrina : Bunga mawar putih
Arsy : Langit Ketujuh
Mutia : Wanita pertama yang masuk surga
Balqies : Ratu zaman nabi Sulaeman as yang kemudian menjadi istri nabi Sulaeman as.
Bilqies : Suatu perbuatan adil
Kalila : Beloved
Salsabila : Mata air surga
Tapi diantara ini, yg paling aku suka : Hanifa Khansa Kalila (tetep aja banyak :p)
Berarti : Pejuang Muslimah Yang Teguh dan dicintai..
Amin...
nama2 bayi lelaki
Sekedar info, kalau perlu referensi nama2 bayi laki2
http://www.darulnuman.com/mhikmah/nama/lelaki/y.html
Tapi aku juga belum nemu yg sreg, sampai sekarang.. Untung masih lama waktu berpikirnya.. hehe. Dan sebenarnya belum tahu, Decilku ini laki2 atau perempuan, nantinya.
Sumbang ide ya? Terimakasih.
http://www.darulnuman.com/mhikmah/nama/lelaki/y.html
Tapi aku juga belum nemu yg sreg, sampai sekarang.. Untung masih lama waktu berpikirnya.. hehe. Dan sebenarnya belum tahu, Decilku ini laki2 atau perempuan, nantinya.
Sumbang ide ya? Terimakasih.
morning sick
Qta benar2 seharusnya bersyukur. Dilahirkan ke dunia ini, bukan perkara sepele. Bulan2 awal ibu kita mengandung kita, perjuangannya rata2 berat. Mual, pusing, pegal, lelah, susah tidur, khawatir, mood berubah2, mudah sedih, mudah marah, kulit mengering, haus terus menerus, berat badan terus bertambah, selera makan menurun, ..
Dan semua ini sedang kurasakan sekarang. Aku disadarkan, betapa berat perjuangan ibuku saat mengandung aku. Betapa kejamnya diriku jika aku durhaka kepadanya. Semoga ia senantiasa dalam kedamaian hatinya, dan tak ada benci pada anaknya ini. Semoga aku diberi kekuatan untuk melakukan yang terbaik untuk ibuku.
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh
bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh
tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku
dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku
dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat
kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
( Q.S. Al- Ahqaaf : 15 ).
Semoga segala beban ini, diangkat oleh Allah, dan aku diberi kekuatan dan kesabaran untuk menjalaninya. Semoga beban ini, diubah oleh Allah menjadi berkah, dan Decil tumbuh menjadi "seorang pejuang", karena tumbuh seiring dengan perjuangan ayah ibunya. Amin.
Dan semua ini sedang kurasakan sekarang. Aku disadarkan, betapa berat perjuangan ibuku saat mengandung aku. Betapa kejamnya diriku jika aku durhaka kepadanya. Semoga ia senantiasa dalam kedamaian hatinya, dan tak ada benci pada anaknya ini. Semoga aku diberi kekuatan untuk melakukan yang terbaik untuk ibuku.
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu
bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan
susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh
bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh
tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau
yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku
dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku
dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertobat
kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
( Q.S. Al- Ahqaaf : 15 ).
Semoga segala beban ini, diangkat oleh Allah, dan aku diberi kekuatan dan kesabaran untuk menjalaninya. Semoga beban ini, diubah oleh Allah menjadi berkah, dan Decil tumbuh menjadi "seorang pejuang", karena tumbuh seiring dengan perjuangan ayah ibunya. Amin.
Rabu, 12 November 2008
Decil
Keajaiban tangan Tuhan bisa terjadi kapan saja, ya? Doa kita bisa dikabulkan kapan saja oleh Beliau. Seperti salah satu doa kami. Doaku dan my hubby. Dengan menakjubkan, Dia anugerahi kami hadiah yang luar biasa. Bahkan saat kami berpikir, doa kami akan dijawab dalam hitungan tahun,.. ternyata setelah 2 bulan saja pernikahan kami, A little baby is growing up in me. Kami memanggilnya, Decil.
Kini kemana aku pergi, aku ngga sendiri. Ada Decil yg bisa diajak diskusi. Kadang Decil juga menghibur mama-nya yang sedang sedih, menenangkan hati mama-nya yang sedang marah. Decil juga kasih semangat kalo mamanya males makan, dan Decil sering membantu mengurangi rasa mual, saat mama-nya mau makan. Kami makan berdua, mandi berdua, bobo berdua, bahkan kerja dan jalan2 juga berdua.. What a beautiful life. Ngga kesepian, serasa selalu ada yang mendampingi, bahkan melindungi. Decil semakin hari semakin besar, semakin cerdas, semakin utuh sebagai manusia. Mama & papa menantikan kehadiran Decil, 7 bulan lagi..Seperi apa ya, wajah Decil? Mirip mama, atau papanya? Bahkan Decil cantik atau cakep, mama papa belum tahu.. Welcome to the world, Decil. We are waiting to see your face, your body, and listening your voice and your cry.. Love You my little Baby..
Kini kemana aku pergi, aku ngga sendiri. Ada Decil yg bisa diajak diskusi. Kadang Decil juga menghibur mama-nya yang sedang sedih, menenangkan hati mama-nya yang sedang marah. Decil juga kasih semangat kalo mamanya males makan, dan Decil sering membantu mengurangi rasa mual, saat mama-nya mau makan. Kami makan berdua, mandi berdua, bobo berdua, bahkan kerja dan jalan2 juga berdua.. What a beautiful life. Ngga kesepian, serasa selalu ada yang mendampingi, bahkan melindungi. Decil semakin hari semakin besar, semakin cerdas, semakin utuh sebagai manusia. Mama & papa menantikan kehadiran Decil, 7 bulan lagi..Seperi apa ya, wajah Decil? Mirip mama, atau papanya? Bahkan Decil cantik atau cakep, mama papa belum tahu.. Welcome to the world, Decil. We are waiting to see your face, your body, and listening your voice and your cry.. Love You my little Baby..
apa yg aku cari
Apa sebenarnya yg aku cari untuk diriku sendiri? Sudah 24 tahun Tuhan hadiahi aku nafas di dunia ini. Masih layakkah aku dikatakan mencari jati diri ? Tapi kenapa? Masih saja jiwa ini ingin berkelana ke dunia lain yg belum kujelajah. Long life learner? Challenger ? or.. realy easy to be bored?
Kadang iri pada orang2 yg sudah menemukan "jiwa" kehidupannya. Sehingga apapun yg ia jalani di dalamnya, hatinya damai. Seolah mati esok pun, ia telah puas menjalani kisah hidupnya dengan sebaik2nya. Aku sadar, aku sangat tidak siap untuk mati. Semoga Tuhan punya rencana kontrak panjang untuk usiaku. Supaya aku sempat perbaiki diri.
Apa yg bisa membuatku benar2 blended? Ini dan itu selalu menarik untukku, tapi belum ada yg membuatku merasa menemukan"roh"ku yang sebenarnya. Jalan mana yang harus kutempuh. Sosok ideal itu selalu ada dalam impianku. Tapi jalur2 mana, kendaraan apa yang harus kugunakan, masih blur bagiku. Atau mental-ku saja yg lemah ?
Kadang iri pada orang2 yg sudah menemukan "jiwa" kehidupannya. Sehingga apapun yg ia jalani di dalamnya, hatinya damai. Seolah mati esok pun, ia telah puas menjalani kisah hidupnya dengan sebaik2nya. Aku sadar, aku sangat tidak siap untuk mati. Semoga Tuhan punya rencana kontrak panjang untuk usiaku. Supaya aku sempat perbaiki diri.
Apa yg bisa membuatku benar2 blended? Ini dan itu selalu menarik untukku, tapi belum ada yg membuatku merasa menemukan"roh"ku yang sebenarnya. Jalan mana yang harus kutempuh. Sosok ideal itu selalu ada dalam impianku. Tapi jalur2 mana, kendaraan apa yang harus kugunakan, masih blur bagiku. Atau mental-ku saja yg lemah ?
Tomorrow
Tomorrow my hubby's gonna come. I cant hardly wait.. :)
Even sometimes we argued, I love him so much. Even sometimes, he's annoying, I loved him so much, even sometimes I really angry to him, I loved him so much, even sometimes I hated him, I loved him so much, even sometimes I wanna go far far away from him, I love him so much, even I don't like some foods that he likes, I loved him so much, even sometimes I am shy of how he behave, I love him so much, even sometimes I felt like abandoned by him, I loved him so much, even sometimes our culture crashed, he is father of my baby.. Papa Decil-ku yang chubby.. Love You so ..
Even sometimes we argued, I love him so much. Even sometimes, he's annoying, I loved him so much, even sometimes I really angry to him, I loved him so much, even sometimes I hated him, I loved him so much, even sometimes I wanna go far far away from him, I love him so much, even I don't like some foods that he likes, I loved him so much, even sometimes I am shy of how he behave, I love him so much, even sometimes I felt like abandoned by him, I loved him so much, even sometimes our culture crashed, he is father of my baby.. Papa Decil-ku yang chubby.. Love You so ..
Dear God,
Dear God,
You are so kind to me. I admit that I have more than billions sins.. But you gave me a gift in my birthday. The Most Special Gift in my life. A baby is growing up in me. You answer my pray.. You answer my hubby's pray.. You answer my Teteh's pray.. You answer all those people who loved me..
I really truly madly deeply love You, God..
Thank You.
You are so kind to me. I admit that I have more than billions sins.. But you gave me a gift in my birthday. The Most Special Gift in my life. A baby is growing up in me. You answer my pray.. You answer my hubby's pray.. You answer my Teteh's pray.. You answer all those people who loved me..
I really truly madly deeply love You, God..
Thank You.
labirin hidup
Hidup kita bagai labirin, bukan ? tahu bahwa ada ujung perjalanannya, tapi ngga tahu kemana harus berjalan. Jalan mana yg harus ditempuh. Kiri, atau kanan, berhenti sejenak, atau justru berlari. Menoleh ke belakang, atau fokus pada apa yg di depan. Setiap episode hidupku selalu ada surprise, seringkali membuatku justru bingung. I am so affraid in making decision for my own life. satu hal yg menghantui saat akan mengambil keputusan adalah, Penyesalan ! Aku benci penyesalan, tapi tak bisa melepaskan diri darinya jika ia sudah datang di kehidupanku. Kadang hari bergulir begitu cepat, begitu pelan, dan tiba2 aku disentakkan oleh pilihan.
Life is choosing. Hidup adalah pilihan. setiap sesi hidup kita dimulai dari pilihan. Bangun tidur, mau mandi, wudlu, dan sholat, atau tidur lagi, atau nonton berita. Makan, mau makan apa, minumnya apa, yg harga berapa, atau ngga makan aja sekalian. Tapi aku seringkali lemah dalam mengambil langkah selanjutnya dalam hidupku. Takut menyesal, takut apa kata orang... Hhh,.. Tuhan, kuatkan aku.. Tunjukkan aku jalan yg kau pilihkan untukku. Dan kuatkan aku dengan apapun yg terjadi setelah keputusan tsb diambil. Amin.
Life is choosing. Hidup adalah pilihan. setiap sesi hidup kita dimulai dari pilihan. Bangun tidur, mau mandi, wudlu, dan sholat, atau tidur lagi, atau nonton berita. Makan, mau makan apa, minumnya apa, yg harga berapa, atau ngga makan aja sekalian. Tapi aku seringkali lemah dalam mengambil langkah selanjutnya dalam hidupku. Takut menyesal, takut apa kata orang... Hhh,.. Tuhan, kuatkan aku.. Tunjukkan aku jalan yg kau pilihkan untukku. Dan kuatkan aku dengan apapun yg terjadi setelah keputusan tsb diambil. Amin.
Sabtu, 18 Oktober 2008
blogging amatiran
Morning,.. !!
Pagi yg cerah ceria di Cimahi City.. Ada suara anak2 & bayi (keponakanku).. tapi agak sedih, soalnya dari tadi mau posting perdana, tapi ga masuk2. berhubung bloggingnya masih amatiran, masih ngga ngerti seharusnya gimana. apa ngga boleh copy paste dari file di MS Word, ya? Hiks2. Padahal udah ngetik cukup panjang, kemaren. Pengen banget diposting hari ini. Masa'sih, harus ketik ulang? Pliss Deh.. :(
Pagi yg cerah ceria di Cimahi City.. Ada suara anak2 & bayi (keponakanku).. tapi agak sedih, soalnya dari tadi mau posting perdana, tapi ga masuk2. berhubung bloggingnya masih amatiran, masih ngga ngerti seharusnya gimana. apa ngga boleh copy paste dari file di MS Word, ya? Hiks2. Padahal udah ngetik cukup panjang, kemaren. Pengen banget diposting hari ini. Masa'sih, harus ketik ulang? Pliss Deh.. :(
Langganan:
Komentar (Atom)