Senin, 29 April 2013

Yang saya suka dengan Hidup di Jepang

1. Irit baju.
Karena lebih banyak musim dengan udara dingin daripada panas, sehingga baju ngga bau keringat dan bisa dipakai berulang2 hahaha.

2. Ngga perlu cuci setrika sering2
Lagi2 karena cuaca dingin lebih panjang durasinya, jadi kaitan sama durasi cuci dan setrika. Selain itu, entah gimana baju2 setelah dicuci pakai mesin cuci pun ngga gampang kusut, trus jilbab juga ngga rapi2 amat masih ok2 aja dipakai ke kampus. Hahaha,.. cuek mode on

3. Ngga terlalu mikirin fashion :p
Lagi2 masih kaitan sama no 1 dan 2, disini padahal cewek2 Jepang super fashionable, tapi kok saya malah makin cuek. Untuk belanja pakai kaos sama celana komprang aja cukup. Ke kampus, ya yg penting nyaman, ga terlalu mikirn jilbabnya gimana, bros nya yg mana.. wkwkwkw.. karena males ribet, maunya praktis, dan cepet. Lagipula ga banyak stok hehehehe. Apalagi musim dingin pakai baju apapun ketutup jaket. Hahaha.

4. Semakin disiplin kelola uang
Karena mengandalkan uang beasiswa, yg keluarnya sudah ditentukan, sedangkan biaya-biaya juga pasti ditagih,harga2 yg seringkali nampak selangit banding di Indonesia, trus ngga punya pegangan lain (dalam bentuk uang jepang maksudnya), sekaligus pengen nabung, jadi lebih "waspada" dalam berbelanja, cari cara2 hemat yg wajar (dan manusiawi hehe), supaya keuangan terkendali. :)

5.  Semakin disiplin kelola waktu
yang ini jelas karena tuntutan studi, dan hidup "sendiri" sehingga segala sesuatu harus sadar waktu, supaya ga kelabakan s. masih sangat harus terus belajar dan belajar.. >_<

6. Semakin merasa dekat dengan Allah
Yang satu ini yg paling ajib... Karena dikondisikan hidup penuh tantangan baru, tuntutan2 baru, jauh dari keluarga pula,.. alhamdulillah malah semakin mendekatkan dengan Allah. Semakin sadar betapa lemah diri ini, betapa sangat bergantung kepadaNya, betapa kekuatan doa begitu berharga,.. agar disehatkan, dikuatkan, terutama keluarga dan orang2 tersayang di Indonesia agar dilindungi sebaik2nya,.. karena saya jauh dan ngga bisa sgera membantu mereka.. semoga poin 6 ini semakin kuat dan kuat. AMIN

masih banyak poin lainnya, dilanjut di posting selanjutnya ya ^_^

Petualangan Beasiswa Monbusho (Persiapan Keberangkatan)

Lagi2 dibuat singkat ya. Langsung ke tips aja nih.

Persiapan Keberangkatan

1. Be active
Karena langsung dibuatkan grup MEXT scholar di FB, jadi saya sangat terbantu dengan info dan diskusi2 temen2 di grup tsb. Manfaatin bener2 deh, kalau bingung2 selain browsing2, tanya di grup ini. Bisa jadi ada orang lain yg ga kepikiran, atau juga membingung-i hal yg sama *haduh bahasanya. Kontak pribadi ke temen2 juga jangan terlalu sungkan, saling bantu deh :). Oia, orang Kedubes juga ramah2 dan helpful kok, kalau ada yg tidak bisa dijawab teman2, misal ttg univ atau jadwal keberangkatan, bisa juga tanya kedubes langsung via telp, email, atau dtg.

Selain itu, manfaatkan waktu yg ada sejak pengumuman lulus tahap wawancara untuk cari info sebanyak2nya tentang perjalanan nanti, dan kehidupan di Jepang, (walau belum final karena masih harus submit dokumen lagi, tapi 90% rata2 lulus beneran 100% di final announcement, hehe). Tapi, waktu yg ada itu berharga sekali untuk mendapatkan info yg bisa jadi ngga tau dan ga kepikiran sblmnya. :)

2. Cek segala sesuatu selagi sempat
Terus explore dan explore apa yg harus disiapkan. Selain dokumen yg harus dibawa (jaga bener2 ni dokumen, terutama itinerary, passport, tiket pesawat), juga cuaca, biaya hidup, kurs mata uang (kapan sebaiknya tukar yen), perabot apa yg dikasih di asrama (mungkin harus disiapkan uang extra untuk beli perabot dan alat elektronik), obat2an apa yg sbaiknya dibwa, bahan makanan apa yg sbaiknya dibawa, dll.
Saya akan posting tersendiri tentang packing ya, dan apa2 yg penting yg terkait.

3. Belajar Bahasa Jepang
Ngga ada ruginya kalau memang ada dananya, untuk ambil les bahasa Jepang. Walau disini ambil course bahasa Inggris, dan mungkin dikasi les intensif, tapi tau beberapa kata sebelum brgkt, akan sangat membantu di perjalanan.. misalnya setidaknya untuk dengar pengumuman jadwal pesawat, kereta, di bandara dan statsiun2. Atau untuk sekedar bertanya arah, atau meminta maaf saat nyenggol, atau mau minta tolong.

4. Siapkan mental dan spiritual
Bentuk diri menjadi pribadi yg semakin positif, ikhlas, dan tegar. Karena tantangan episode hidup yg baru akan menguji mental. Setiap kisah orang akan berbeda2, kita ngga pernah tahu apa yg akan terjadi. Semakin perbanyak doa dan curhat dengan Allah.

5. Silaturahmi dengan orang2 di Indonesia, dan Jepang
Karena bakal lama ngga ketemu, sebaiknya alokasikan waktu untuk ketemu sama teman2 lama, keluarga besar, dll. Skalian minta doa restu, karena doa mereka membantu doa kita, insyaAllah. Skaligus minta maaf atas kesalahan kita, supaya perjalanan dan episode hidup baru di negri orang kita jalan berkah (aminnn).
Mulai silaturahmi dengan orang yg di Jepang sejak masih di Indonesia, supaya kita lebih tenang karena punya teman yg bisa kasih info dan bisa bantu kalau emergency butuh pertolongan. Kita juga bisa bantu mereka dengan bawakan titipan dari Indonesia, misalnya. Atau apapun saling bantu insyaAllah jadi berkah.
Maksud saya orang yg di Jepang ini bisa jadi orang Jepang yg mmg kita kenal sblmnya, atau orang Indonesia yg kita cari via PPI, atau kontak lainnya. Orang2 Indonesia yg di Jepang lah salahsatu keluarga terdekat kita nantinya. :)

selamat siap2.. :)



Petualangan Beasiswa Monbusho (Wawancara)

Kerepotan dengan semua persiapan keberangkatan, jadi lama sekali ngga posting
Saat ini saya (alhamdulillah) sudah di Jepang, dan berusaha terus posting petualangan hidup saya
yg mudah2an jadi manfaat buat yg baca.

Lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang tentang wawancara ya.
Tapi maaf nih singkat aja, soalnya udah numpuk ide posting lainnya. ^_^

Panggilan wawancara itu kalau ngga salah sekitar 2 minggu setelah tes tulis.
Saya dihubungi via telp, tapi saat itu sudah tahu karena udah dikabarin temen yg lihat pengumuman di website. ^_^
Wawancara itu fokusnya ini nih (tapi ini berdasarkan pengalaman saya saja ya) :
1. Rencana riset : harus jelas dan spesifik riset apa yg mau dilakukan.
Saya ngeper banget urusan yg satu ini karena merasa sekali ngga menguasai dalam2 topik yg saya ambil. Tapi memang tujuan kita kan ke Jepang untuk sekolah, ya kita justru memang belum tahu banyak dan ingin belajar. Nah apa yg ingin dipelajari ini yg jadi fokusnya. Yg harus disiapkan adalah, kenapa hal yg ingin kita pelajari melalui riset kita itu penting. Mungkin agak muluk2 kalau menghubungkan riset kita dengan manfaatnya untuk negara kita ataupun Jepang. Tapi, yg dilihat interviewer bukan beneran riset kita goal atau tidak, atau beneran benefit atau tidak, tapi yg terpenting pola pikir kita yg dilihat. Dari sekian peserta yg berhasil sampai tahap akhir kan ada banyak yg mahasiswa fresh graduate yg istilahnya memangnya mau kontribusi hasil riset lewat mana, gitu kan? Kerja aja belum. Nah berarti yg terpenting kita punya tekad, dan pemikiran yg terencana.

2. Kenapa harus Jepang?
Nah yg ini jawab aja sejujurnya sesuai kondisi masing2. Tentu yg wajar dan masuk akal. Walau bisa     jadi sangat personal, misalnya "pernah tinggal di Jepang shga lebih siap adaptasi", "pekerjaan berhubungan dengan orang Jepang", atau "memang cinta Jepang dan sejak lama suka anime, dan J pop" misalnya. Rasanya pertanyaan yg ini jgn dijawab ngarang2 dan muluk2. Hehe

3. Tahu apa tentang Jepang?
Karena saya bukan orang yg ngefans Jepang, tapi memilih Jepang berdasarkan pertimbangan jarak yg tidak sejauh Eropa dan karena keterkaitan dengan pekerjaan, pertanyaan yang ini saya benar2 menyiapkan jawaban, karena memang gatau banyak ttg Jepang. Jadi saya  browsing2, cari info menarik ttg Jepang,terutama kebudayaan dan seninya, dan belajar beberapa kata dalam bahasa Jepang, misalnya perkenalan, jadi saat wawancara bisa nunjukkin.

4. Kontak dengan Sensei
Ini sama sekali tidak wajib. Tapi mungkin menambah nilai plus. Monbukagakusho sama sekali tidak mensyaratkan untuk ada kontak. Tapi dengan ada kontak, atau sensei yg ditargetkan, maka kita bisa memperkuat alasan riset, juga alasan tujuan kenapa di Jepang, dll.

Wawancara bisa berkembang sesuai keinginan interviewer, dan mengalirnya pembicaraan.

Just be relax, karena dengan tidak nervous terlalu parah, qt bisa give our best.

Tentu yg terpenting, jangan lupa berdoa dan pasrah dengan segala hasilnya yg diputuskan Tuhan. :)