Senin, 22 Oktober 2012

Petualangan Beasiswa Monbusho 2 (Hunting the Professor 2)

Terakhir tulisan saya tentang Hunting the Professor : http://univolife.blogspot.com/2011/03/hunting-professor.html. Wow, sudah berlalu begitu lama. Tentu saja banyak yang terjadi.
Saat itu saya memang cari2 profesor, tapi ujung2nya lebih banyak hanya browsing. Ada direktori yang saya buat, tp berakhir sampai disitu. Tidak ada satu email pun yang saya kirim ke Prof2 itu. Lagi2 alasan klasik, ngga sempat. Hmm.. lebih tepatnya ngga benar2 disempatkan sebenarnya. Tahun 2011 itu saya akhirnya tetap jadi mengajukan aplikasi ke Kedutaan Besar, tapi saya siapkan semua berkas aplikasi itu dalam 1 hari sebelum deadline. Saya bahkan memasukkan itu berkas titip ke satpam Kedubes karena saya menyerahkan tepat di jam terakhir penerimaan. Jam 4 sore. Hhh..... kacau. Jelas mustahil saya dipanggil tes selanjutnya.

Di tulisan itu, saya menulis negaranya misterius. J dan J. Saya buka aja sekarang, Jepang dan Jerman. Sebenarnya jaman kuliah saya ingin sekali ke Jerman. Alasannya, ga jelas juga. Tapi salahsatunya karena Jerman di Eropa dan tidak berbahasa Inggris, lalu aksen ngomongnya keren. So what? Yah begitulah hasrat jaman kuliah. Satu tahun bekerja, semakin jelas bagi saya kalau Jepang seharusnya jadi prioritas. Karena pekerjaan project saya 99% dengan orang Jepang dan senior saya banyak sekali lulusan Jepang. Saya membayangkan akan lebih membantu saya kelak melanjutkan pekerjaan jika saya pernah tinggal dan studi di negara itu. Sembari tentu, mengembangkan networking. Kali ini, alasan memilih negara lebih "dewasa". Itupun, masih dihiasi dengan berminggu-minggu galau, apakah iya mau apply Jepang (dengan resiko diterima), dan harus mau sekolah disana dengan bahasanya yang asing dan tulisannya yang lebih mirip kaligrafi itu. 

Sembari galau, saya terus coba browsing2 cari2 Profesor. Minat saya (pekerjaan saya tepatnya), di Bioenergi. Kalau ditanya minat, minat saya di musik, soalnya. #gubrak. Lalu saya ubek2 lah itu data Prof di bidang Bioenergi. Saya tertarik Bioenergi dari mikroalga. Kenapa? Karena teknologi baru, mudah tumbuh, warna, dan yang terpenting : bentuknya lucu2 unik2, dan ukurannya lebih gede daripada bakteri. . #heeuu.... 

Ketemulah saya beberapa Sensei. Salahsatunya Prof Miyamoto di Osaka Univ. Tapi ya begitu, dosa lama terulang. Semua Sensei2 jenius itu saya simpen doang datanya di file laptop saya. Hingga kemudian Tuhan turunkan skenario indah untuk saya. Tuhan uji saya dengan tantangan. Lepas dari pergelutan saya dalam beasiswa, Tuhan kasi saya tantangan untuk mengambil kesempatan presentasi dengan bahasa Inggris, di Bali, di sebuah event internasional. Lhoo... apa hubungannya dengan petualangan beasiswa saya? Hmm... disini lah cantiknya skenario Tuhan... *lanjut di post selanjutnya ya. Biar disini ga kepanjangan. #apa sih


Tidak ada komentar:

Posting Komentar