Semua kita, tahu bahwa Ramadhan menguji kesabaran.
Kesabaran menahan lapar dan haus, itu pasti.
Kesabaran menahan emosi negatif dan berbuat maksiat, itu jelas.
Cukup itukah, kawan?
Wahai para suami,
Sabarlah engkau menghadapi istri2 yang menuntutmu segera pulang
karena di Ramadhan ini ia semangat menyiapkan hidangan istimewa untukmu
Wahai para istri,
Sabarlah engkau jika suamimu pulang terlambat,
karena kemacetan menggila menjelang petang sepulang ia bekerja
Wahai para anak,
Sabarlah engkau jika orangtuamu melarangmu boros,
karena mereka mempersiapkan masa depanmu yang lebih penting
dari sekedar selusin baju lebaran
Wahai para pengendara,
Sabarlah engkau menghadapi padatnya lalu lintas di kala petang,
karena semua orang penuh kasih sayang,
ingin menikmati buka bersama keluarga tercinta
Wahai kawan,
Sesungguhnya Ramadhan mengujikan kita pada kesabaran
atas hal-hal dalam setiap detik kehidupan kita
bukanlah sekedar menahan lapar, dan haus, dan maksiat
karenanya bersabarlah hingga Ramadhan selanjutnya
begitu terus menerus, hingga seolah setiap bulanmu adalah Ramadhanmu.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar