Sabtu, 13 Oktober 2012

Wanita Pejuang Hidup

Saya sangat mengenal seorang wanita, dan beberapa wanita lainnya yang serupa.
Tatapan matanya menyiratkan lelah juga kasih sayang
Senyumnya menunjukkan bahagia sekaligus penutup luka
Tegap badannya tanda kekuatan, juga menguatkan kelemahan
Sentuhan jemarinya melembutkan kadang menegur kesalahan
Yakin langkahnya karena tekad bukan karena kepastian tercapainya tujuan
Cantik kulitnya namun juga kan usang dimakan waktu dan kisah hidup
Hanya satu yang tak tampak, yaitu hatinya
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya ceria atau terluka
Tak ada yang tahu sebenar-benar hatinya berbunga atau retak
Hanya antara dia, Tuhan dan malaikat, yang menemani hari-hari perjuangannya
Menjalani hidup, yang tidak mudah, tapi tak layak disiasiakan
Tujuan wanita itu hanya satu, menjadi pejuang hidup, dan bukan pecundang.
Menjadi kuat karena berlatih, menjadi mampu karena belajar, menjadi berhasil karena tekad dan perjalanan dari satu kisah ke kisah lainnya.
Bukan menjadi benalu, bukan menadah tangan menunggu pemberian, bukan menggantungkan hidup pada hidup orang lain.
Karena tanpa perjuangan, ia merasa tidak berada dalam kehidupan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar