Saya
mempersiapkan bahan sebaik-baiknya dengan focus kepada speech saya saat
presentasi. Alhamdulillah setelah revisi-revisi, dan latihan sendiri. Saya
selesai membawakan presentasi di event internasional itu. Terbitlah sertifikat
pertama saya dengan embel-embel presenter di event internasional. Hehe, bagi
yang masih newbie di dunia pekerjaan para engineer dan scientist ini, it means something
for me. Lalu, apa hubungannnya presentasi nekad ini dengan perjuangan beasiswa
saya? Karena presentasi Bali ini mengantarkan saya ke presentasi selanjutnya di
Hanoi. Karena pengalaman di Bali, saya diberi amanat dan diberi kesempatan
untuk uji nyali lagi, presentasi riset kami di ajang internasional, namun
eventnya diselenggarakan di luar negri, yaitu Ha Noi city, Vietnam. Sebelum ke Ha Noi ini, saya juga beruntung
diberi kesempatan ke Malaysia, bersama beberapa teman, untuk belajar di sebuah
workshop tentang Hydrogen Energy. Perjalanan ke Malaysia itu menjadi perjalanan
luar negri saya yang pertama. Nanti akan saya posting travelling stories saya
deh. #makin semangat blogging.
Presentasi
saya di Ha Noi, tidak berjalan sempurna, tapi jauh lebih siap daripada sewaktu
di Bali. Di event ini saya bertemu dengan manusia2 bioenergy di Asia. Manusia2
ini pula yang sebelumnya bertemu di event yang sama tahun 2010. Tahun dimana
kami di Indonesia menjadi penyelenggaranya, dan saya habis-habisan menjadi
pantiia event itu. Saya bisa bilang begitu. Karena tidak setiap event saya bisa
begadang berkali2, lalu berturut2 2 malam pada hari H. Luar biasa. Saat itu
saya hanya pasrah sama Tuhan, tidak mengharap imbalan uang, atau apapun. Hanya
percaya, suatu hari Tuhan kan tunjukkan kenapa nya. Kenapa saya diberi pilihan
diantara dua saat itu. Fight and do the best till the last for the success of
the event, or ignore it, don’t care. Saya sangat bersyukur karena saya pilih
pilihan yang pertama. Plilihan ini juga berkaitan dengan diberinya saya
kesempatan berangkat ke Ha Noi ditahun 2011, untuk event yang sama. Saya
bertemu lagi dengan mereka2 yang tahu hebohnya saya waktu nyiapkan event di
tahun sebelumnya. Alhamdulilah, mereka
inga saya dan mengapresiasi. Hehehe.
Setelah
presentasi di HaNoi saya balik lagi ke cubicle saya. Berkutat dengan daily
jobs, project ini itu. Beberapa minggu berlalu hingga kucuk2 ada email
mengejutkan saya. Di saat saya justru sedang mencari sensei di Jepang, masuk
sebuah email dari orang Indonesia yang kuliah di Jepang yang mengatakan
senseinya tertarik mengundang saya untuk presentasi di workshopnya di Jepang.
Satu di pikiran saya : ni orang salah kirim ngga ya? @_@
Bolak balik komunikasi, deal lah kami. Saya resmi diundang ke Osaka University, untuk menyampaikan presentasi topic saya, dalam sebuah workshop tingkat internasional lagi, dan kali ini saya diundang langsung oleh Sensei Osaka Univ dan seluruh perjalanan dan akomodasi saya, ditanggung pihak pengundang. That’s why I said this is amazing scenario. Buat Anda atau siapapun, peristiwa seperti ini mungkin biasa. Tapi bagi saya, yang justru sedang mengumpulkan keberanian untuk mengirim email perkenalan ke sensei2. Tapi justru malah diundang oleh seorang sensei senior di Jepang, dibiayai berangkat ke sana untuk 1 minggu, plus dibayar pula (yen pertama saya hasil kerja sendiri). Wow, itu luarbiasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar