Senin, 22 Oktober 2012

Petualangan Beasiswa Monbusho (Hunting the Professor 3)

Lanjut kisah setelah saya ditantang presentasi di Bali dengan bahasa Inggris itu. Hmm.. mungkin ini biasa bagi   banyak orang, tapi tidak bagi saya. Tidak bagi teman2 seangkatan saya di kantor saya. It's a new thing. It's a breakthrough. Belum pernah terjadi sebelumnya di generasi muda teman2 saya. Tapi inilah saya, sering nekad alias ngga mau melepas kesempatan baik. Jadi, saya sanggupi tantangan itu. Dengan motivasi bisa sambil jalan2 ke Bali dan ketemu orang asing (saya senang sekali membuat pertemanan baru terutama kalau bisa sambil improve bahasa Inggris saya). Dan hingga saat ini, saya sangat bersyukur atas kenekadan saya saat itu, karena the stories continue after that... And it was an amazing scenario by God.


Saya mempersiapkan bahan sebaik-baiknya dengan focus kepada speech saya saat presentasi. Alhamdulillah setelah revisi-revisi, dan latihan sendiri. Saya selesai membawakan presentasi di event internasional itu. Terbitlah sertifikat pertama saya dengan embel-embel presenter di event internasional. Hehe, bagi yang masih newbie di dunia pekerjaan para engineer dan scientist ini, it means something for me. Lalu, apa hubungannnya presentasi nekad ini dengan perjuangan beasiswa saya? Karena presentasi Bali ini mengantarkan saya ke presentasi selanjutnya di Hanoi. Karena pengalaman di Bali, saya diberi amanat dan diberi kesempatan untuk uji nyali lagi, presentasi riset kami di ajang internasional, namun eventnya diselenggarakan di luar negri, yaitu Ha Noi city, Vietnam.  Sebelum ke Ha Noi ini, saya juga beruntung diberi kesempatan ke Malaysia, bersama beberapa teman, untuk belajar di sebuah workshop tentang Hydrogen Energy. Perjalanan ke Malaysia itu menjadi perjalanan luar negri saya yang pertama. Nanti akan saya posting travelling stories saya deh. #makin semangat blogging.

Presentasi saya di Ha Noi, tidak berjalan sempurna, tapi jauh lebih siap daripada sewaktu di Bali. Di event ini saya bertemu dengan manusia2 bioenergy di Asia. Manusia2 ini pula yang sebelumnya bertemu di event yang sama tahun 2010. Tahun dimana kami di Indonesia menjadi penyelenggaranya, dan saya habis-habisan menjadi pantiia event itu. Saya bisa bilang begitu. Karena tidak setiap event saya bisa begadang berkali2, lalu berturut2 2 malam pada hari H. Luar biasa. Saat itu saya hanya pasrah sama Tuhan, tidak mengharap imbalan uang, atau apapun. Hanya percaya, suatu hari Tuhan kan tunjukkan kenapa nya. Kenapa saya diberi pilihan diantara dua saat itu. Fight and do the best till the last for the success of the event, or ignore it, don’t care. Saya sangat bersyukur karena saya pilih pilihan yang pertama. Plilihan ini juga berkaitan dengan diberinya saya kesempatan berangkat ke Ha Noi ditahun 2011, untuk event yang sama. Saya bertemu lagi dengan mereka2 yang tahu hebohnya saya waktu nyiapkan event di tahun sebelumnya.  Alhamdulilah, mereka inga saya dan mengapresiasi. Hehehe.

Setelah presentasi di HaNoi saya balik lagi ke cubicle saya. Berkutat dengan daily jobs, project ini itu. Beberapa minggu berlalu hingga kucuk2 ada email mengejutkan saya. Di saat saya justru sedang mencari sensei di Jepang, masuk sebuah email dari orang Indonesia yang kuliah di Jepang yang mengatakan senseinya tertarik mengundang saya untuk presentasi di workshopnya di Jepang. Satu di pikiran saya : ni orang salah kirim ngga ya? @_@

Bolak balik komunikasi, deal lah kami. Saya resmi diundang ke Osaka University, untuk menyampaikan presentasi topic saya, dalam sebuah workshop tingkat internasional lagi, dan kali ini saya diundang langsung oleh Sensei Osaka Univ dan seluruh perjalanan dan akomodasi saya, ditanggung pihak pengundang. That’s why I said this is amazing scenario. Buat Anda atau siapapun, peristiwa seperti ini mungkin biasa. Tapi bagi saya, yang justru sedang mengumpulkan keberanian untuk mengirim email perkenalan ke sensei2. Tapi justru malah diundang oleh seorang sensei senior di Jepang, dibiayai berangkat ke sana untuk 1 minggu, plus dibayar pula (yen pertama saya hasil kerja sendiri). Wow, itu luarbiasa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar