Senin, 29 April 2013

Petualangan Beasiswa Monbusho (Wawancara)

Kerepotan dengan semua persiapan keberangkatan, jadi lama sekali ngga posting
Saat ini saya (alhamdulillah) sudah di Jepang, dan berusaha terus posting petualangan hidup saya
yg mudah2an jadi manfaat buat yg baca.

Lanjutan dari posting sebelumnya, sekarang tentang wawancara ya.
Tapi maaf nih singkat aja, soalnya udah numpuk ide posting lainnya. ^_^

Panggilan wawancara itu kalau ngga salah sekitar 2 minggu setelah tes tulis.
Saya dihubungi via telp, tapi saat itu sudah tahu karena udah dikabarin temen yg lihat pengumuman di website. ^_^
Wawancara itu fokusnya ini nih (tapi ini berdasarkan pengalaman saya saja ya) :
1. Rencana riset : harus jelas dan spesifik riset apa yg mau dilakukan.
Saya ngeper banget urusan yg satu ini karena merasa sekali ngga menguasai dalam2 topik yg saya ambil. Tapi memang tujuan kita kan ke Jepang untuk sekolah, ya kita justru memang belum tahu banyak dan ingin belajar. Nah apa yg ingin dipelajari ini yg jadi fokusnya. Yg harus disiapkan adalah, kenapa hal yg ingin kita pelajari melalui riset kita itu penting. Mungkin agak muluk2 kalau menghubungkan riset kita dengan manfaatnya untuk negara kita ataupun Jepang. Tapi, yg dilihat interviewer bukan beneran riset kita goal atau tidak, atau beneran benefit atau tidak, tapi yg terpenting pola pikir kita yg dilihat. Dari sekian peserta yg berhasil sampai tahap akhir kan ada banyak yg mahasiswa fresh graduate yg istilahnya memangnya mau kontribusi hasil riset lewat mana, gitu kan? Kerja aja belum. Nah berarti yg terpenting kita punya tekad, dan pemikiran yg terencana.

2. Kenapa harus Jepang?
Nah yg ini jawab aja sejujurnya sesuai kondisi masing2. Tentu yg wajar dan masuk akal. Walau bisa     jadi sangat personal, misalnya "pernah tinggal di Jepang shga lebih siap adaptasi", "pekerjaan berhubungan dengan orang Jepang", atau "memang cinta Jepang dan sejak lama suka anime, dan J pop" misalnya. Rasanya pertanyaan yg ini jgn dijawab ngarang2 dan muluk2. Hehe

3. Tahu apa tentang Jepang?
Karena saya bukan orang yg ngefans Jepang, tapi memilih Jepang berdasarkan pertimbangan jarak yg tidak sejauh Eropa dan karena keterkaitan dengan pekerjaan, pertanyaan yang ini saya benar2 menyiapkan jawaban, karena memang gatau banyak ttg Jepang. Jadi saya  browsing2, cari info menarik ttg Jepang,terutama kebudayaan dan seninya, dan belajar beberapa kata dalam bahasa Jepang, misalnya perkenalan, jadi saat wawancara bisa nunjukkin.

4. Kontak dengan Sensei
Ini sama sekali tidak wajib. Tapi mungkin menambah nilai plus. Monbukagakusho sama sekali tidak mensyaratkan untuk ada kontak. Tapi dengan ada kontak, atau sensei yg ditargetkan, maka kita bisa memperkuat alasan riset, juga alasan tujuan kenapa di Jepang, dll.

Wawancara bisa berkembang sesuai keinginan interviewer, dan mengalirnya pembicaraan.

Just be relax, karena dengan tidak nervous terlalu parah, qt bisa give our best.

Tentu yg terpenting, jangan lupa berdoa dan pasrah dengan segala hasilnya yg diputuskan Tuhan. :)
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar