Ngga kebayang berapa banyak posting yang harus saya buat kalau cerita cari Professor aja sampai 4 post.
Oke, saya coba persingkat.
Setelah masih percaya ngga percaya ada sosok sensei yang kucuk2 ngundang saya lalu menanggung semua biaya saya ke Osaka, saya urus juga visa dan paspornya. Kali ini saya pakai paspor dinas. Karena memang urusan dinas (sebelumnya pakai paspor hijau, karena punya nya itu, hehe) dan karena pengurusan visa lebih cepat daripada paspor hijau (katanya, sya sih belum bandingkan).
Detail cerita traveling saya nanti dipost terpisah ya.
Singkat cerita selesai lah saya presentasi di Osaka, dengan segala keterbatasan yang ada, saya bertemu dengan banyak Prof & Dr & pakar2 & mudamudi calon pakar dari berbagai negara dan ada orang2 yg dari perusahaan swasta juga. Disana, saya bertemu Prof Miyamoto. Orang yang selama ini hanya saya lihat via layar laptop. Profesor yang jurnal bioenergy dari alganya banyak saya temukan (belum tentu dibaca sih wkwkwk). Tapi saya kenal betul orang ini walau hanya via berita2 dan jurnal2 beliau itu. Dan ternyata Sensei yang mengundang saya adalah junior dari Prof Miyamoto. Dan Prof Miyamoto lah yang melihat saya presentasi di Ha Noi beberapa bulan sebelumnya itu (tanpa saya tahu beliau ada di event itu), kemudian meminta juniornya (sang Sensei) untuk mengundang saya sebagai perwakilan Indonesia. Yup memang di acara itu dari Indonesia hanya saya yang diundang (yang bikin saya jiper karena saya yakin ada banyak Indonesian lain yg juga layak bahkan lebih), kemudian satu teman saya diminta untuk ikut oleh atasan di kantor untuk menemani juga belajar sama2 saya disana.
Wow... ini yang saya bilang skenario Tuhan yang luarbiasa tak terduga. Dari jungkir balik menyiapkan event internasional di kantor, dpt networking, dpt trip untuk event selanjutnya (HaNoi), rejeki dapet trip ke Malaysia sambil belajar (dan pertama kali ke luarnegri), perjuangan nekad presentasi di Bali, Ha Noi, yang saya lakukan dengan pasrah hanya melakukan yang terbaik di tengah segala keterbatasan, mengantar saya ke Osaka, Jepang.
Kemudian, tentu saja, Sensei dan Prof Miyamoto menyambut baik dan membuka pintu lebar2 jika saya ingin jadi student mereka kelak. Subhanallah, saya bahkan tidak sempat mengirim satu email pun perkenalan ke Profesor2 yang namanya sudah saya simpan di file2 saya itu.
Hasil perjuangan ternyata sering dibuat Tuhan belum tentu persis di jalur juang yang kita kira. Sejak ini saya semakin percaya kekuatan Tuhan, dan kekuatan upaya kita untuk dilihat Tuhan lalu diberikan jalan.
Subhanallah...Alhamdulillah..
*Thanks to neng Amalia Istiqlali Adiba yang membantu sekali proses saya dari perkenalan sampai saya tiba dan jalan2 di Osaka.
*Thanks to Dr M. Arif Yudiarto, Dr Irhan Febijanto & Pak Rohmadi Ridlo, M.Eng, Mbak Maharani Dewi Sholikhah, dan Mbak Fina Pitono, karena mendukung penuh secara moril, ilmu dan optimisme.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar